Breaking News:

Berita Jakarta

Anis Minta Negara Hadir Memenuhi Kebutuhan UMKM, Digital Networking Hal yang Vital

Politisi PKS ini menyampaikan saat ini ada UMKM yang sudah maju dengan usahanya yang berkembang, namun masih banyak UMKM yang betul-betul mati.

warta kota
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyatakan bahwa UMKM harus memiliki daya saing tinggi.

Menurut data yang disampaikan Kementerian Koperasi, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 59,2 juta.

Kemudian yang sudah go digital baru sejumlah 8 juta atau 14% dari jumlah keseluruhannya.

“Padahal tuntutan sekarang ini ditambah pandemi Covid-19, digital net menjadi satu perangkat yang betul-betul vital untuk UMKM bisa bertahan,” kata Anis, Selasa (13/10/2020).

Politisi PKS ini menyampaikan bahwa walaupun saat ini ada UMKM yang sudah maju dengan usahanya yang berkembang, namun masih banyak UMKM yang betul-betul mati.

“Banyak UMKM yang tidak memiliki daya tahan terhadap pandemi ini, terutama yang ultra mikro. Usaha-usaha kecil yang letaknya di kampung-kampung. Jangankan untuk berkembang, untuk bertahan hidup saja mereka kesulitan luar biasa," ujarnya.

Anis mengatakan, ketika krisis akibat pandemic ini belum ada, keuntungan mereka tidak terlalu besar, apalagi ketika krisis melanda.

Untuk memperoleh modal saja, mereka merasa kesulitan.

“Itulah sebabnya, pemanfaatan dana-dana bantuan dari pemerintah betul-betul harus tepat sasaran,” tegasnya.

Anis menilai bahwa yang dibutuhkan UMKM pada hari ini tidak hanya kebutuhan modal dan pengembangan usahanya.

Akan tetapi kebutuhan hidup mereka seperti bantuan sosial bahan pokok untuk bertahan hidup, juga harus diberikan.

Baca juga: Kisah Bima Arya Sugiarto Saat Berada di Titik Nadir, Bagian Pertama: Mimpi Bertemu Orangtua

Adapun kebutuhan modal dan pengembangan usaha ditujukan agar mereka mampu memiliki dan meningkatkan daya belinya.

“Masalahnya, UMKM ini biasanya pangsa pasarnya adalah masyarakat menengah dan bawah yang sekarang menahan belanja karena kondisi pandemic. Disitulah UMKM sangat terdampak,” tuturnya.

Anis menekankan bahwa Negara harus hadir memberikan kebutuhan UMKM karena UMKM menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebesar 99% dan menyumbang 60% PDB nasional.

"PKS berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengingatkan Pemerintah. “Karena eksekusi semua kebijakan bukan ditangan DPR tetapi ditangan Pemerintah. Jadi kami akan terus meminta pemerintah untuk melancarkan serapan dana untuk UMKM,” paparnya.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved