Breaking News:

Banjir Jakarta

Tak Mau Menyusahkan Warganya karena Banjir Pemprov DKI Jakarta Persiapkan Pompa

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah menyiapkan tiga jenis pompa untuk pengendalian banjir.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
YouTube Pemprov DKI Jakarta
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat paparan di rapat pimpinan (rapim) pengendalian banjir pada Senin (3/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah menyiapkan tiga jenis pompa untuk pengendalian banjir.

Ketiga pompa itu adalah pompa stasioner, pompa mobile dan pompa apung.

Kepala SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, jumlah pompa stasioner saat ini mencapai 487 unit. Seluruh pompa itu, kata dia, tersebar di 178 lokasi.

“Lokasi Pompa Stasioner tersebut umumnya berada di dekat sungai, waduk, maupun pintu air,” ujarnya.

Supri Manfaatkan Banjir Jakarta untuk mengais rejeki.
Supri Manfaatkan Banjir Jakarta untuk mengais rejeki. (Rafsanzani Simanjorang)

“Ketika tinggi muka air meningkat, pompa ini akan bekerja langsung untuk memompa air menuju sistem drainase yang lebih besar,” imbuh Juaini berdasarkan keterangan yang diterima, Senin (12/10/2020).

Juaini mengatakan, sejauh ini kondisi pompa stasioner 90 persen dalam keadaan baik, sedangkan 10 persen lagi masih dalam perbaikan.

Untuk pompa yang kondisinya baik pun secara rutin dilakukan pengecekan agar pompa dapat bekerja secara optimal pada saat musim hujan.

Selain pompa statisioner, Juaini mengungkapkan tahun ini pihaknya juga telah menyiapkan penambahan sekitar 10 unit pompa mobile.

Saat ini pihaknya telah mempunyai 160 unit pompa mobile dengan kapasitas hingga 400 liter per detik.

“Jumlah tersebut akan bertambah sekitar 10 unit. Pompa mobile tersebut diprioritaskan untuk lokasi seperti Kali Betik, Muara Angke dan Teluk Gong, serta lokasi rawan genangan lainnya,” ujar Juaini.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat meninjau pengerukan lumpur di KBB tepatnya di dekat Mal Season City, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (26/8/2020) siang.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf saat meninjau pengerukan lumpur di KBB tepatnya di dekat Mal Season City, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (26/8/2020) siang. (Warta Kota)


Kata dia, yang terbaru Dinas SDA saat ini memiliki 65 unit pompa apung yang telah disebar kelima wilayah DKI Jakarta.

Di mana masing-masing wilayah mendapatkan 13 unit pompa apung.

Pompa Apung memiliki bentuk yang sederhana, sehingga praktis digunakan untuk menyedot air di permukaan yang tidak dapat dilalui pompa mobile.

“Meski ukurannya lebih kecil dan bentuknya lebih sederhana, daya sedot pompa apung cukup besar, yakni mencapai 50 liter per detik,” katanya.

“Kami berharap Pompa Apung ini dapat semakin memaksimalkan penanganan banjir di seluruh wilayah DKI Jakarta,” jelasnya.

Perbaikan sistem drainase di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi banjir, Kamis (19/11/2015).
Perbaikan sistem drainase di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi banjir, Kamis (19/11/2015). (Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha)


Sementara itu, pengerukan secara masif juga masih terus dilakukan di sungai/waduk/embung/situ yang ada di DKI Jakarta melalui program Gerebek Lumpur.

Tak hanya mengerahkan alat berat, pembersihan lumpur dan sampah juga dilakukan di saluran-saluran mikro secara manual oleh Satgas Dinas SDA.

Kolaborasi dengan kelurahan untuk menggerakkan warga juga dilakukan untuk meningkatkan kepedulian warga terkait kebersihan saluran di sekitar tempat tinggalnya.

Gerebek Lumpur sendiri secara masif telah dilakukan di dua lokasi dengan mengerahkan hingga tiga kali lipat alat berat.

Pada tahap pertama telah dilaksanakan di Waduk Ria Rio, Jakarta Timur pada 21 September 2020 lalu, dengan menggunakan 15 unit ekskavator.

Selanjutnya tahap kedua telah dilakukan di Kali Baru Barat segmen Jalan Dr Saharjo, Setiabudi, Jakarta Selatan pada 30 September 2020.

Kondisi rumah korban yang meninggal dunia akibat reruntuhan tembok perumahan Melati Residence Ciganjur, Jaksel saat terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Kondisi rumah korban yang meninggal dunia akibat reruntuhan tembok perumahan Melati Residence Ciganjur, Jaksel saat terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)


Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria turut meninjau langsung kegiatan Gerebek Lumpur tahap kedua tersebut.

“Ini merupakan program berkelanjutan yang telah dilakukan sejak Maret 2020 dan akan berakhir pada Desember 2020,” katanya.

“Program Gerebek Lumpur ini bertujuan untuk memaksimalkan daya tampung saluran dan kali, sehingga diharapkan dapat mencegah luapan air dari kali dan saluran ke permukiman warga,” tambahnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved