Breaking News:

Film

Bioskop Boleh Buka Namun Jumlah Penonton Maksimal Hanya 25 Persen dari Kapasitas, GPBSI: Kami Rugi

Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPSBI) tidak setuju apabila jumlah penonton di bioskop dibatasi maksimal 25 persen saja.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Warta Kota/Alex Suban
Pengunjung menunggu pertunjukan film di Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019). Djonny Syafruddin heran Pemprov DKI Jakarta yang tidak melibatkan GPBSI saat mengeluarkan keputusan untuk membuka kembali bioskop di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski diperbolehkan beroperasi dengan maksimal penonton 25 persen dari kapasitas, Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) tak menyambut baik.

GPBSI tidak setuju apabila jumlah penonton di bioskop dibatasi maksimal 25 persen saja.

"Yang punya film nggak mau penontonnya hanya 25 persen, rugi mereka," kata Ketua GPBSI Djonny Syafruddin, Senin (12/10/2020).

Pengunjung menunggu pertunjukan film di Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019).
Pengunjung menunggu pertunjukan film di Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019). (Warta Kota/Alex Suban)

"Kalau yang punya film nggak mau mainin filmnya di bioskop, terus bioskop mau putar film siapa? Itu nggak bisa dipisahkan antara bioskop dan film," lanjutnya.

Djonny Syafruddin dan GPBSI baru akan membahas dengan para pelaku usaha bioskop terkait pembatasan konsumen maksimal 25 persen, Rabu (14/10/2020).

"Rapat internal owner (pemilik bioskop) untuk membahas ini. Di situ ujung-ujungnya ke film. Kalau film nggak mau ngasih, ya (bioskop) amsyong," katanya.

Baca juga: Larangan Dicabut, Bioskop Beroperasi Kembali Wajib Mengikuti Aturan PSBB Transisi

Baca juga: Masih Ada Pandemi Covid-19, Festival Film Indonesia 2020 Nilai Film yang Tayang Diluar Bioskop

Djonny Syafruddin heran Pemprov DKI Jakarta yang tidak melibatkan GPBSI saat mengeluarkan keputusan itu.

Seharusnya, kata Djonny Syafruddin, GPBSI diundang karena mereka adalah pelaku industri film dan pemilik bioskop.

"Mestinya tanya kami dong. Kalau penonton maksimal 50 persen itu masih oke," kata Djonny Syafruddin.

SHUTTERSTOCK/Ilustrasi.
SHUTTERSTOCK/Ilustrasi. (Kompas.com)

Pemprov DKI Jakarta mengizinkan tempat bioskop beroperasi kembali saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi mulai Senin (12/10/2020) sampai Minggu (25/10/2020).

Hal itu diatur dalam pengaturan khusus protokol kesehatan Covid-19 di setiap sektor usaha yang ada di Ibu Kota.

Berdasarkan dokumen yang diterima dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta, jumlah konsumen yang menonton di bioskop maksimal 25 persen dari kapasitas.

Baca juga: Digarap Seperti Film Bioskop, Cerita Lanjutan Serigala Terakhir Tayang di Platform Digital Vidio

Baca juga: Semakin Banyak Pilihan Platform Digital Nonton Film, Frederica: Ini Bukan Kanibal Bagi Bioskop

Jarak antartempat duduk minimal sejauh 1,5 meter.

"Peserta dilarang berpindah tempat duduk atau berlalu-lalang (melantai)," begitu pesan pengaturan khusus protokol kesehatan yang dikutip dari data PPID DKI Jakarta, Senin siang.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved