Breaking News:

Demo Buruh

Polres Metro Bekasi Apresiasi Buruh yang Menggelar Aksi dengan Tertib dan tak Merusak

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengapresiasi aksi buruh di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang tak anarkis.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan, di Cikarang kepada Wartakotalive.com, pada Rabu (23/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengapresiasi aksi buruh di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang tak anarkis.

Seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir terjadi demo buruh secara nasional, yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI.  

Akibat aksi tersebut banyak fasos dan fasum di berbagai daerah yang rusak.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan saat melakukan peninjauan pabrik sekaligus pelepasan ekspor baja, pada Senin (14/9/2020).
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan saat melakukan peninjauan pabrik sekaligus pelepasan ekspor baja, pada Senin (14/9/2020). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Namun, tidak demikian dengan demo buruh di Kabupaten Bekasi. Selama empat hari aksi demo, semua berjalan tertib, fasilitas umum juga tidak ada yang rusak.

“Kami merasakan kerjasama, dan kooperatif yang sangat tinggi sehingga aksi dapat berjalan dengan baik, lancar, tertib, dan damai,” kata Hendra, Minggu (11/10/2020).

Hendra menilai buruh atau pekerja dapat menjaga kondusifitas selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Kalaupun ada sejumlah insiden, itu bukan dari para buruh maupun mahasiswa. Akan tetapi ada kelompok diluar itu.

Polisi amankan demo buruh di DPR.
Polisi amankan demo buruh di DPR. (Warta Kota/Desy Selviany)


"Engga ada damai kondusif, itu (kericuhan) karena ada provokator. Bukan dari buruh dan mahasiswa," ungkapnya.

Unjuk rasa digelar di sejumlah titik kawasan industri. Massa buruh dari berbagai serikat pekerja satu suara menyatakan menolak dan menuntut pembatalan UU Cipta Kerja yang tidak berpihak ke buruh itu.

Para buruh akan terus menolak Omnibus Law yang telah disahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020 tersebut.

“Konsep kami, TNI-Polri, dalam mengamankan aksi unjuk rasa adalah pelayanan, tidak menghentikan dan membubarkan. Setiap unjuk rasa yang mereka lakukan kita kawal dengan keamanan,” tutur Hendra

Sementara itu, Ketua KC FSPMI Bekasi, Sukamto, juga mengapresiasi kepolisian yang kooperatif dalam mengamankan aksi unjuk rasa selama empat hari.

“Tidak ada benturan dengan pihak kepolisian. Mereka mengawal dengan baik,” katanya.

ILUSTRASI - Puluhan ribu buruh dari berbagai kalangan berjalan kaki memperingati hari buruh internasional atau Mayday di Kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (1/5). Para buruh yang tergabung KSPSI, KSBI, KSPI, FSB TSK, FSBI,GSPMII,OPSI,FSP LEM DAN SPIN rencananya akan berjalan menuju Istana Merdeka dan berorasi menuntut hak-haknya.
ILUSTRASI - Puluhan ribu buruh dari berbagai kalangan berjalan kaki memperingati hari buruh internasional atau Mayday di Kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (1/5). Para buruh yang tergabung KSPSI, KSBI, KSPI, FSB TSK, FSBI,GSPMII,OPSI,FSP LEM DAN SPIN rencananya akan berjalan menuju Istana Merdeka dan berorasi menuntut hak-haknya. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)


“Jelas instruksi DPP, kami tidak ada aksi yang disebut anarkis. Bahwa itu suratnya jelas, nggak boleh anarkis, sampaikan dengan damai. Kami murni menyampaikan pendapat menolak Omnibus Law,” jelasnya.

Sukamto menjamin setiap ada aksi unjuk rasa pihaknya selalu melayangkan surat pemberitahuan kepada kepolisian.

Termasuk surat pemberitahuan mogok kerja yang terjadi selama tiga hari itu.

“Kami sampaikan per perusahaan. Boleh dicek nanti pihak polres, pasti kami sampaikan. Ke depan kita aksi lagi nggak? Insya Allah kalau ada, kami pasti pemberitahuan kepada pihak kepolisian,” paparnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved