Breaking News:

PSBB Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Tetap Larang Kegiatan Sekolah saat PSBB Transisi

Meski menunjukkan penurunan kasus Covid-19, pemprov DKI Jakarta tetap melarang kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

warta kota
Anhar pemilik warung Kopi Sediakan Internet gratis untuk anak sekolah online 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah provinsi DKI Jakarta masih melarang sekolah mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi.

Aturan soal protokol kegiatan belajar mengajar diatur dalam Pasal 9 Peraturan Gubernur Nomor 101 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Pergub tersebut diteken Anies pada 9 Oktober 2020.

Selama PSBB di DKI Jakarta, ternyata masih ada sejumlah perusahaan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing, Jakarta Utara masih beroperasional, pada Rabu (15/4/2020). Tampak para karyawan KBN Cilincing bekerja saat PSBB DKI Jakarta tersebut telah diterapkan.
Selama PSBB di DKI Jakarta, ternyata masih ada sejumlah perusahaan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cilincing, Jakarta Utara masih beroperasional, pada Rabu (15/4/2020). Tampak para karyawan KBN Cilincing bekerja saat PSBB DKI Jakarta tersebut telah diterapkan. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

"Pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan lainnya dalam menyelenggarakan aktivitas kegiatan belajar mengajar wajib melaksanakan perlindungan kesehatan masyarakat, yang meliputi menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah atau institusi pendidikan lainnya," bunyi Pasal 9 Ayat 1 (a) Pergub 101 tahun 2020 yang dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati menegaskan bahwa sekolah belum bisa dilakukan tatap muka selama PSBB transisi.

"Belum (sekolah tatap muka selama PSBB transisi)," kata Susi saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2020).  

Bus sekolah yang dikelola UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengantar sebanyak 1.468  pasien positif Covid-19 ke tempat isolasi yang ditunjuk Pemprov DKI Jakarta.
Bus sekolah yang dikelola UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengantar sebanyak 1.468 pasien positif Covid-19 ke tempat isolasi yang ditunjuk Pemprov DKI Jakarta. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Dalam pasal tersebut disebutkan beberapa protokol kesehatan yang wajib diterapkan, salah satunya mewajibkan peserta didik dan guru menggunakan masker.

Kemudian, pihak sekolah melakukan pengukuran suhu tubuh serta bagi mewajibkan peserta didik dan tenaga kependidikan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Peserta didik dan guru juga wajib menerapkan physical distancing atau saling menjaga jarak minimal satu meter.

"Melarang peserta didik yang melakukan aktivitas berkumpul yang berpotensi melanggar protokol Covid-19," bunyi Pasal 9 Ayat 1 (i).

"Mengimbau orangtua untuk melarang anaknya selaku peserta didik melakukan aktivitas berkumpul yang berpotensi melanggar protokol Covid-19," bunyi keterangan Pasal 9 Ayat 1 (j).

Evakuasi pasien Covid-19 menggunakan bus sekolah untuk dibawa ke RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2020).
Evakuasi pasien Covid-19 menggunakan bus sekolah untuk dibawa ke RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2020). (UPAS Dishub DKI)
Halaman
12
Penulis: Valentino Verry
Editor: Valentino Verry
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved