Breaking News:

Pilkada

Bingung Atur Strategi Kampanye saat Pilkada Sahrul Gunawan Pergi ke Jakarta untuk Syuting

Bintang sinetron Sahrul Gunawan mengakui saat ini dirinya sejenak pergi ke Jakarta untuk mengatur strategi kampanye.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Valentino Verry
Tribunnews/Apfia Tioconny Billy
Sahrul Gunawan setelah syuting di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bintang sinetron Sahrul Gunawan mengakui saat ini dirinya sejenak pergi ke Jakarta untuk mengatur strategi kampanye.

Seperti diketahui pria berusia 44 tahun ini mengikuti Pilkada Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan calon Bupati/Wakil Bupati Bandung
Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan calon Bupati/Wakil Bupati Bandung (IG: Sahrul Gunawan)


Di tengah memasuki masa kampanye, Sahrul diduga melanggar dan diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung.

Sahrul diduga melanggar kampanye dikarenakan melakukan kampanye secara langsung dan menghadirkan massa, yang diduga melanggar protokol kesehatan.

Pria yang akrab disapa Alul itu pun angkat bicara. Ia membenarkan kalau dirinya dilaporkan ke Bawaslu terkait diduga melakukan kampanye langsung.

"Ya kemarin aku sempat dilaporin ke Bawaslu aku membuat sebuah crowd (keramaian), padahal aku dateng ke rumah tokoh," kata Alul ketika ditemui di kawasan Jakarta, belum lama ini.

Pesinetron yang juga pemilik agen perjalanan umrah Sahrul Gunawan setelah syuting di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020).
Pesinetron yang juga pemilik agen perjalanan umrah Sahrul Gunawan setelah syuting di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2020). (Muhammad Naufal)


Alul menambahkan bahwa kedatangannya ke rumah Tokoh itu memang tidak diinfokan kepada pendukungnya.

Ia justru melakukanny tanpa menginformasikan kepada masyarakat setempat.

"Padahal lagi pula aku jaga jarak dan cuma 5-10 orang doang paling banyak, dan ikuti protokol kesehatan," ucapnya.

Duda tampan itu menegaskan dirinya memang tidak ada niat untuk membuat keramaian saat berkunjung ke rumah tokoh di Bandung.

20180419 Syuting Film Sumpah Yang Diperankan Sahrul Gunawan & Sylvia Fully
20180419 Syuting Film Sumpah Yang Diperankan Sahrul Gunawan & Sylvia Fully (ist)


"Walau tidak diumumin ada yang dateng aja jadi ramai. Aku juga enggak tau ya, masak mau dibubarin," jelasnya.

Lebih lanjut, karena memang takut masalah ini menjadi bias, Sahrul pun pulang ke Jakarta untuk kembali bekerja memenuhi panggilan stasiun televisi yang mengundangnya.

"Makanya sekarang ke Jakarta dulu deh sambil refreshing juga, dan selesaikan syuting, sambil dipikirin strateginya kampanye di saat pandemi gimana," ujar Sahrul.

Menurut Sahrul, selama lima tahun belakangan ini, dirinya fokus terjun ke dunia politik.

Setelah gagal menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024, Sahrul mengincar kursi Bupati Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam pilkada serentak 2020.

Akan tetapi, Sahrul harus bisa mengikuti adaptasi sistem kampanye dalam pagelaran Pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Sahrul Gunawan, Indriani Hadi dan anak pertamanya, Ezzar Raditya Gunawan.
Sahrul Gunawan, Indriani Hadi dan anak pertamanya, Ezzar Raditya Gunawan. (Instagram)


"Ya sekarang koordinasinya lewat daring (online) sih. Ya ke semuanya begitu lewat daring," kata Sahrul.

Alul tak menampik, menjalani kampanye lewat daring tidak memuaskan, karena tidak bisa berbicara langsung dengan pendukungnya.

"Tidak ada yang menggantikan kepuasan kampanye tatap muka sebetulnya. Tapi itu bisa dilakukan nanti. Ya harus ada strateginya," ucapnya.

Kampanye dengan mengikuti protokol kesehatan dan secara daring, duda tampan itu menilai tak semua orang menggunakan internet dalam kesehariannya.

Kemudian, untuk kampanye langsung pun diakui oleh Alul massa nya dibatasi hanya paling banyak 50 orang.

"Kampanye sekarang ya agak menyulitkan. Karena ada keuntungan dan kerugian. Ya karena aku public figure bisa lewat sosial media dan macam macam," jelasnya.

Lebih lanjut, Sahrul menegaskan dirinya tidak bisa menggunakan popularitasnya memanggil pendukung melakukan kampanye langsung dan mengumpulkan massa.

"Tapi ya muda-mudahan allah kasih takdirnya untuk bisa jadi pimpinan daerah," ujar Sahrul.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved