Breaking News:

PSBB Jakarta

Besok PSBB Transisi, Gubernur Anies Baswedan: Penggunaan Masker Harus Ditingkatkan Minimal 85 persen

Besok, Senin (12/10/2020), pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi kembali diberlakukan.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dengan diberlakukannya kembali PSBB transisi Jakarta tersebut, maka sejumlah antisipasi penularan virus corona atau Covid-19 pun dilakukan, yakni penggunaan masker ditingkatkan 85 persen. 

Pada periode 26 September sampai 9 Oktober 2020 terjadi penurunan dari kondisi 14 hari sebelumnya.

Jumlah kasus positif meningkat 22 persen atau sebanyak 15.437 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 31 persen atau sebanyak 16.606 kasus.

Sedangkan, kasus aktif meningkat hanya 3,81 persen atau sebanyak 492 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 9,08 persen atau 1.074 kasus.

Sejak akhir September hingga awal Oktober jumlah kasus aktif harian mulai konsisten mendatar, menunjukkan adanya perlambatan penularan.

Sementara itu, untuk jumlah kasus meninggal sepekan terakhir mencapai 187 orang, sedangkan sepekan sebelumnya sebanyak 295 orang.

"Hasil pengamatan dua minggu terakhir terjadinya penurunan kejadian kematian pada kasus terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Anies.

“Penurunan ini terlihat sejak 24 September 2020 sampai dengan saat ini. Tingkat kematian atau CFR Jakarta juga terus menurun hingga ke angka 2,2 persen saat ini," ujarnya.

Dia memprediksi, tanpa ada PSBB ketat pada 14 September sampai 11 Oktober, tingkat kematian harian kasus positif di Jakarta bisa mencapai 28 orang per hari.

Namun sekarang lajunya kematian warganya mencapai 18 orang hari.

“Walaupun demikian, kematian harus dilihat dari angka absolut dan ditekan serendah mungkin hingga angka 0,” katanya.

Dia menambahkan, pergerakan penduduk sejak PSBB ketat terlihat menurun signifikan pada tempat rekreasi, taman, dan perumahan.

Begitu juga pada pasar, kantor dan pabrik, serta transportasi publik sempat menurun. Namun kembali naik pada sepekan terakhir.

Selain itu, terjadi penurunan proporsi penemuan kasus pada klaster perkantoran selama sepekan terakhir.

Akan tetapi, terjadi peningkatan penemuan kasus pada klaster keluarga/pemukiman.

“Kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan rumah dan penguatan RT/RW/kader diperlukan,” ujar Anies Baswedan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan PSBB jilid II mulai Senin (14/9/2020) sampai Minggu (27/9/2020).

Meski kasus Covid-19 mulai melandai, namun kasus Covid-19 di Jakarta berpotensi mengalami kenaikan bila pelonggaran kembali dilakukan.

Akhirnya DKI kembali memutuskan memperpanjang PSBB jilid II dari Senin (28/9/2020) sampai Minggu (11/10/2020).

Kebijakan tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta No 959 tahun 2020,.

Pemerintah memutuskan memperpanjang PSBB selama dua pekan jika kasus belum menurun secara signifikan.

Anies Baswedan menyampaikan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam penanganan kasus Covid-19.

Menko Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan, kata Anies, menunjukkan data bahwa kasus Covid-19 di Jakarta telah melandai dan terkendali.

"Data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat, sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan," ucapnya.

"Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” ujar Anies Baswedan. (JHS/FAF/Wartakotalive.com)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved