Virus Corona

PENELITI Virus China Kembali Bongkar Virus Corona Diproduksi di Laboratorium Militer untuk Senjata

Ahli virus China mengatakan Virus Corona dibuat di laboratorium militer di Wuhan yang disalahgunakan oleh pemerintah China sebagai senjata.

Editor: Suprapto
dailymail
Ahli Virus China kembali mengungkap bahwa Virus Corona adalah buatan di laboratorium militer. 

* Ahli virologi China yang mengklaim Virus Corona dibuat di laboratorium militer di Wuhan

* Li Meng Yan menuduh China memalsukan data genom virus RaTG13

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Seorang ahli virus China yang mengklaim Virus Corona telah diolah di laboratorium militer kembali bersuara.

Ahli Virus China itu menuduh Beijing (pemerintah China) memalsukan data genom virus untuk menutupi 'senjata biologis tak terbatas' miliknya.

Meskipun para ilmuwan masih mengungkap asal muasal pandemi, secara luas diduga bahwa virus telah melompat ke manusia dari hewan liar, seperti kelelawar atau trenggiling.

Pada 11 Januari 2020, China secara terbuka merilis urutan genetik Covid-19 dan membagikannya dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dukung Percepat Penelitian Vaksin Covid-19 di Indonesia oleh Eijkman, Merck Donasi Rp 1,2 Miliar

Li Meng Yan, seorang mantan peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, mengatakan Kamis dalam sebuah laporan baru bahwa Virus Corona adalah 'produk laboratorium' yang dibuat oleh pemerintah Komunis dengan virus templat.

Dailymail.co.uk menginformasikan, Li Meng Yan juga mengklaim 'patogen yang dipersenjatai' itu sengaja dilepaskan oleh otoritas China secara tidak sengaja.

Virus korona kelelawar, yang dikenal sebagai RaTG13, umumnya diyakini oleh para peneliti sebagai sumber proksimal SARS ‐ CoV ‐ 2.

Itu terjadi setelah 'batwoman' Tiongkok, Dr. Zheng-Li Shi dari Institut Virologi Wuhan, menerbitkan sebuah artikel tentang Alam pada bulan Februari.

Dr Shi berpendapat bahwa virus corona berasal dari kelelawar yang membawa RaTG13, yang terbukti lebih dari 96 persen identik dengan virus COVID-19.

Urutan genom dari kelelawar coronavirus juga telah dipublikasikan di GenBank, database yang dimiliki oleh International Nucleotide Sequence Database Collaboration.

Tapi Yan membantah teori yang diterima secara umum, menambahkan bahwa data genom RaTG13 bisa saja dipalsukan.

Dia menulis dalam laporan barunya: 'Namun, tidak ada virus hidup atau genom utuh RaTG13 yang pernah diisolasi atau dipulihkan. Oleh karena itu, satu-satunya bukti 'keberadaan' RaTG13 di alam adalah urutan genomnya yang dipublikasikan di GenBank. '

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved