Breaking News:

Demo Buruh

Wagub DKI Ahmad Riza Patria Terkejut saat Tahu Mayoritas Pendemo yang Tertangkap adalah Remaja

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengaku terkejut saat mengetahui para pendemo yang tertangkap masih usia remaja.

Istimewa/Dok PPID DKI Jakarta
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat memimpin proses penyerahan 100.000 masker dari GEMAS kepada Pemprov DKI Jakarta, Selasa (29/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengaku terkejut saat mengetahui para pendemo yang tertangkap masih usia remaja.

Seperti diketahui sebanyak 1.192 pendemo yang menolak UU Cipta Kerja di DKI Jakarta dalam dua hari terakhir diamankan polisi.

Mayoritas mereka bukanlah warga Ibu Kota alias berasal dari daerah Bodetabek.

Riza yang meninjau ribuan pendemo yang diamankan Polda Metro Jaya itu tak menyangka.

Kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ke U Stay Hotel di Sawah Besar, Jakarta Pusat Selasa (6/10/2020) (
Kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ke U Stay Hotel di Sawah Besar, Jakarta Pusat Selasa (6/10/2020) ( (Warta Kota/Desy Selviany)

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, lebih dari 50 persen massa yang ditangkap bukanlah warga DKI Jakarta dan masih remaja.

“Ternyata lebih dari 50 persen adalah bukan Jakarta, dan lebih dari 60 persen ternyata usianya di bawah 19 tahun atau pelajar. Jadi, bukan mahasiswa apalagi buruh,” katanya di Balai Kota DKI, Jumat (9/10/2020).

“Untuk itu kami minta anak-anak, dan adik-adikku yang saya cintai, tidak usah ikut-ikut kalau tidak mengetahui,” tambah pria yang akrab disapa Ariza ini.

Dalam kesempatan itu, Ariza menyarankan kepada para pelajar hendaknya tetap berada di rumah.

Kata dia, aksi anarkis yang terjadi pada Kamis (8/10/2020) sangat membahayakan keselamatan mereka.

Ribuan buruh se Jabodetabek berjalan menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).
Ribuan buruh se Jabodetabek berjalan menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (1/9). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)


“Urusan demo itu biarlah bagi mereka yang sudah dewasa, urusan buruh dan urusan mahasiswa,” ujarnya.

“Upaya ini bisa dilakukan secara konstitusi dengan mengajukan judicial review sebagaimana saya dengar Said Iqbal bagus sekali melakukan ke Mahkamah Konstitusi (MK),” tandasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved