Breaking News:

Demo Buruh

VIDEO Warga Mendatangi Polda Metro Jaya, Mencari Keluarganya yang Diamankan Polisi Terkait Demo

Berdasarkan catatan pihak kepolisian ada 1.192 pemuda yang diamankan terkait aksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Penulis: Henry Lopulalan | Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
Sejumlah warga mendatangi markas Polda Metro Jaya untuk mencati tahu nasib anak-anak mereka atau kerabatnya yang diamankan oleh polisi terkait aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) kemarin. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Sejumlah warga mendatangi markas Polda Metro Jaya untuk mencati tahu nasib anak-anak mereka atau kerabatnya yang diamankan oleh polisi terkait aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Berdasarkan catatan pihak kepolisian ada 1.192 pemuda yang diamankan terkait aksi demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan totalnya ada sebanyak 1.192 pemuda yang diamankan pihaknya, pada Rabu (7/10/2020) dan Kamis (8/10/2020).

Semuanya kata Yusri diamankan di Polda Metro Jaya dan seluruh polres jajaran.

VIDEO Pekerja Harian Lepas Bina Marga Membersihkan Fasilitas Umum yang Dicoret-coret Demonstran

Dari 1.192 pemuda yang diamankan itu, 34 orang diantaranya dibawa ke Wisma Atlet, Kemayoran karena reaktif Covid-19, berdasar hasil rapid test.

"Sampai dengan detik ini ada 1.192 pemuda yang kita amankan. Sebelum rusuh itu, memang kita lakukan razia, dan sebagian kita amankan. Sebab dari pengalaman sebelumnya, dalam demo yang berakhir kerusuhan, ada indikasi ditunggangi oleh orang yang memang kelompok anarko," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/10/2020).

Polisi Identifikasi Aksi Demo Buruh yang Menolak UU Cipta Kerja Disusupi Ribuan Penganguran

Kelompok anarko ini katanya memang selalu bertujuan membuat keributan.

"Pada Rabu kita amankab 250 orang, dan pada Kamisnya sekitar 900 orang. Jadi totalnya 1.192 orang," kata Yusri.

Yusri memastikan pemuda yang diamankan ini bukan massa buruh. "Sebagian besar adalah pelajar dan pengangguran," katanya.

Polisi Amankan 320 Pelajar di Kabupaten Bekasi, Ngakunya Ikut-ikutan dan Tidak Paham UU Cipta Kerja

Mereka kata Yusri berasal dari Jakarta dan sekitarnya namun ada yang berasal dari Purwakarta, Karawang, Bogor, Banten. "Mereka datang ke Jakarta tujuannya untuk melakukan kerusuhan," kata Yusri.

Menurut Yusri, mereka bukan kelompok buruh namun didominasi pelajar SMK.

"Dan mereka tidak tahu apa-apa tentang UU Ciptaker. Yang mereka tahu ada undangan untuk datang dan disiapkan tiket kereta api, atau disiapkan truk, atau disiapkan bus. Kemudian nantinya akan ada uang makan untuk mereka semua. Ini yang dia tahu dan kita dalami semuanya, termasuk yang menyuruh mereka," papar Yusri. (bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved