Breaking News:

Kabar Tangerang

Polres Tangsel Pulangkan 80 Pelajar yang Terjaring saat Demo Buruh Menolak UU Cipta Kerja

Setelah melakukan pemeriksaan secara mendalam, Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya memulangkan 80 pelajar yang berpartisipasi.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ribuan buruh se Jabodetabek berjalan menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (1/9). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Setelah melakukan pemeriksaan secara mendalam, Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), akhirnya memulangkan 80 pelajar yang berpartisipasi pada demo penolakan UU Cipta Kerja.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Tangsel mengamankan 93 pelajar yang ikut-ikutan berdemo, Kamis (8/10/2020).

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra, mengatakan dari 93 pelajar yang diamankan, 80 diantaranya telah dipulangkan kepada orang tuanya. 

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra (tengah) bersama jajarannya menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan pemuda Ciputat di Polres Tangerang Selatan pada Rabu (7/10/2020).
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra (tengah) bersama jajarannya menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan pemuda Ciputat di Polres Tangerang Selatan pada Rabu (7/10/2020). (Warta Kota)

"Tinggal beberapa sekitar 13 orang yang belum dijemput orang tua. Intinya sudah dijemput orang tua," kata Angga saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2020).

Angga menuturkan dalam penjemputan puluhan pelajar itu para orang tua diwajibkan membawa berkas kependudukan berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK). 

Menurutnya, syarat tersebut diberlakukan pihak kepolisian guna mengantisipasi orang tua bayaran yang disewa oleh para pelajar tersebut. 

 "Intinya sudah dijemput orang tua dalam penjemputan harus ada Kartu Keluarga dan KTP untuk membuktikan bahwa mereka orang tua yang sah, bukan orang tua tembakan yang disewa di jalan," jelas Angga. 

Massa buruh berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Upah Kerja Layak Sedunia di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10).
Massa buruh berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Upah Kerja Layak Sedunia di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Selain itu, Angga memastikan bahwa para pelajar yang diamankan saat berjalannya aksi demonstrasi itu tidak terbukti membawa senjata tajam (sajam). 

Serta, para pelajar pun dipastikan tak terinfeksi virus corona usai dilakukan rapid test saat berada di Mapolres Kota Tangsel. 

"Pelajar semua, enggak ada yang ngaku-ngaku. Enggak ada sajam, dan rapid non reaktif semua," pungkasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved