Breaking News:

Demo Buruh

Cabup Karawang Cellica Nurrachadiana Berkilah tak Mau Temui Buruh karena Sudah Lepas Jabatan

Calon Bupati Karawang nomor urut dua, Cellica Nurrachadiana, akhirnya mau menanggapi pernyataan buruh yang tak mau bertemu.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Supriyanto
Petahana Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Calon Bupati Karawang nomor urut dua, Cellica Nurrachadiana, akhirnya mau menanggapi pernyataan buruh yang tak mau bertemu.

Seperti diketahui dalam dua hari terakhir telah terjadi aksi buruh besar-besaran di seluruh Indonesia sebagai dampak pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI, tak terkecuali di Karawang.

Menurut Cellica, dirinya tidak hadir ketika buruh melakukan aksi demo di depan kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, karena sudah melepas jabatannya.

Dalam akun Instagram miliknya @Cellicanurrachadiana, dia menyampaikan jika saat ini ia tak bisa menemui kaum buruh karena telah melepaskan jabatan Bupati Karawang untuk ikut Pilkada 2020.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, saat berpidato.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, saat berpidato. (Instagram @cellicanurrachadiana)

"Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf, sebab sejak 26 September lalu, saya sudah cuti melepas sementara jabatan saya sebagai Bupati Karawang," tulis Cellica, Jumat (9/10/2020).

Dikatakan Cellica, selama massa kampanye ia diharuskan cuti, sehingga saat ini pengganti dirinya diisi oleh Pejabat Sementara (Pj) Bupati Karawang, Yerry Yanuar.

"Mohon dimaafkan jika saya tidak bisa dan tidak boleh menemui secara langsung di pemda dan menemani rekan-rekan buruh dan mahasiswa berjuang," katanya.

Cellica juga menanggapi mengenai subtansi UU Omnimbus Law yang dilontarkan oleh pengikut Instagram miliknya.

Dia menyebut jika Omnibus Law  domain dan wewenangnya pemerintah pusat dan DPR.

Ribuan buruh berkumpul di depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).
Ribuan buruh berkumpul di depan gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019). (Riski Amana)

"Tentu saya tidak bisa berkomentar apapun. Selain hanya bisa berharap pemerintah pusat dan DPR membuka ruang, meninjau ulang aturan ini demi kebaikan bersama," katanya.

Namun Cellica memastikan, jika Pemda Karawang dibawah pimpinan bapak Penjabat (PJ) Bupati Karawang, Yerry Yanuar, sudah meminta secara tertulis kepada pemerintah pusat dan DPR RI untuk mencoba merevisi kembali UU Cipta Kerja. 

Serta mendialogkan ulang substansi persoalan dengan semua pihak agar tercipta keadilan bagi semua pihak. Ia pun menyinggung saat kepemimpinanya saat menjadi Bupati dimana, buruh Karawang merasakan UMK tertinggi di Indonesia. 

"Saya memahami, apa yang teman-temen buruh inginkan yakni keadilan. Keadilan dan kesejahteraan bagi buruh, juga kemudahan investasi serta kepastian hukum bagi pengusaha," ucapnya.

"Tentu banyak cara yang bisa dilakukan untuk berjuang. Dengan aksi menyampaikan aspirasi maupun mengajukan Judicial Review ke MK," imbuh Cellica.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved