Breaking News:

Tips Otomotif

Benarkah Mobil Akan Lebih Boros Pakai Premium Dibanding Pertamax? Begini Penjelasannya

Jika mobil itu menggunakan BBM oktan tinggi atau yang sudah direkomendasikan pabrikan maka proses pembakarannya menjadi sempurna. Sebaliknya?

Dok. Daihatsu Indonesia
ILUSTRASI Mengisi bahan bakar di SPBU. Mobil yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) oktan rendah, seperti Premium 88 dan Pertalite 90 akan lebih boros, ketimbang oktan tinggi (minimal 92) atau sekelas Pertamax. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kita kerap mendengar bahwa menggunakan bahan bakar premium lebih borong dibanding pertama atau sekelasnya. Benarkah?

Yap, mobil yang menggunakan bahan bakar minyak ( BBM) oktan rendah, seperti Premium 88 dan Pertalite 90 akan lebih boros, ketimbang oktan tinggi (minimal 92) atau sekelas Pertamax.

Namun, kondisi ini berlaku hanya pada mobil keluaran terbaru, mengingat secara kompresi sudah tinggi, yaitu minimal 11:1 atau 12:1 sehingga membutuhkan asupan bahan bakar dengan oktan yang cukup atau tinggi.

Mobil dengan Transmisi Matik Lebih Irit Dibanding Transmisi Manual, Benarkah?

Anda Tahu Perbedaan Power Steering Hidrolik dan Elektrik? Lalu Apa Fungsi Fitur O/D di Tuas Matik?

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Jakarta Selatan Suparna mengatakan, mobil dengan kompresi tinggi tentunya membutuhkan bahan bakar oktan tinggi, jika tidak proses pembakarannya menjadi tidak sempurna.

“Kalau pakai BBM oktan rendah, proses pembakarannya akan lebih dini, sehingga mesin akan mengalami detonasi atau istilah lainnya mesin ngelitik (knocking)," ujar Suparna saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

"Jika itu terjadi, maka tenaga berkurang dan pengemudi menginjak pedal gas harus lebih dalam,” imbuhnya.

Minggu Depan Innova Facelift Mengaspal, Varian Model Lawas Diskon Rp 25 Juta, Ini Perbedaannya

Wow, Meluncur juga Belum, Toyota Fortuner Facelift Sudah Diskon Rp 15 Juta, Model Lawas Rp 30 Juta

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020).
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). (Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)

Lebih lanjut lagi dipaparkan, jika mobil itu menggunakan BBM oktan tinggi atau yang sudah direkomendasikan pabrikan maka proses pembakarannya menjadi sempurna, sehingga bahan bakar yang dikeluarkan pun menjadi tidak terbuang banyak.

“BBM dengan oktan tinggi itu tidak mudah terbakar seperti oktan rendah. Jadi semua proses pembakarannya sempurna, dan ingat itu hanya berlaku untuk mobil keluaran sekarang karena kompresinya juga udah tinggi,” katanya.

Relaksasi Pajak Tak Kunjung Jelas, Ini Daftar Harga SUV Murah Oktober 2020, Mulai Rp 196,5 Juta

Relaksasi Pajak Masih dalam Mimpi, Ini Daftar Harga Mobil LCGC Oktober 2020 yang Masih Rp 100 Jutaan

Sementara untuk mobil keluaran lama atau yang kompresinya di bawah 10:1, belum tentu juga menggunakan BBM oktan tinggi akan menjadi lebih irit, karena kompresi rendah tidak membutuhkan bahan bakar oktan tinggi.

“Melihat dari berbagai kasus, kalau mobil terbaru sudah jelas akan lebih boros jika menggunakan BBM oktan rendah,” kata Suparna.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mobil Lebih Boros Pakai Premium, Apa Penyebabnya?" Penulis: Aprida Mega Nanda

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved