Breaking News:

Omnibus Law Cipta Kerja

Polisi Ciduk 105 Pelajar saat Aksi Unjuk Rasa di Bekasi

Beberapa dari pelajar juga sempat melempari mobil dinas polisi dan TNI di Jalan Chairil Anwar saat berlangsungnya unjuk rasa pada siang tadi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Lalu lintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi, lumpuh total lantaran aksi unjuk rasa massa buruh pada Kamis (8/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko menjelaskan kepolisian mengamankan total sebanyak 105 pelajar yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan aksi unjuk rasa.

Ada pun diamankannya para pelajar lantaran mereka ditengarai melakukan perusakan dan provokasi saat berlangsungnya unjuk rasa di beberapa titik Kota Bekasi.

"Total ada 105 pelajar yang kami amankan di tiga lokasi yakni di Medan Satria, Jalan Jenderal Ahmad Yani dan Unisma. Mereka berusaha melakukan provokasi," ujar Wijonarko di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (8/10/2020).

Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa di Jalan Chairil Anwar Bekasi Bubar

Aksi Unjuk Rasa di Kota Bekasi Memanas, Aparat Terkepung Massa Buruh yang Datang dari Dua Arah

Unjuk rasa mahasiswa di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Bekasi, pada Kamis (8/10/2020), Kamis (8/10/2020) berlangsung ricuh.
Unjuk rasa mahasiswa di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Bekasi, pada Kamis (8/10/2020), Kamis (8/10/2020) berlangsung ricuh. (ISTIMEWA)

Beberapa dari pelajar juga sempat melempari mobil dinas polisi dan TNI di Jalan Chairil Anwar saat berlangsungnya unjuk rasa pada siang tadi.

Kapolres mengatakan, kerusalan yang dialami pada kendaraan dinas tak begitu parah.

"Kemudian untuk kerusakan, tidak ada yang menonjol, kita segera perbaiki. Mobil hanya baret saja," ungkapnya.

Di sana, mahasiswa sempat memblokade jalan usai melakulan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bekasi.

27 Pemuda Diamankan Pada Aksi Demo UU Cipta Kerja, Polisi: Kebanyakan Mengaku Sebagai Pelajar

Anies Baswedan Ajak Gubernur Seluruh Indonesia Gelar Rapat Bahas Penolakan UU Cipta Kerja

Mereka juga duduk di tengah jalan dan tak memperbolehkan pengendara melintas.

"Sore hari mahasiswa dan pelajar melakukan aksi juga di DPRD. Namun setelah mereka selesai, duduk-duduk di pinggir jalan kampus Unisma dan beberapa lokasi lainnya. Kemudian kita tindaklanjuti. Kita komunikasikan, segera membubarkan diri," ujarnya.

Sempat terjadi kericuhan, massa bahkan merusak pos lantas di sekitar lokasi.

Aksi mereka kemudian dibubarkan oleh TNI dan polisi menggunakan gas air mata pada pukul 17.40 WIB.

Mengharukan, Momentum ketika Seorang Anggota Brimob Iba dengan Anak STM dan Para Demonstran

"Namun, kenyatannya menjelang maghrib mereka tidak membubarkan diri. Akhirnya kami mendorong mereka dengan kekuatan personel baik itu rekan kopolisian BKO dari Polda Sumut dan Sumbar, rekan TNI 202 dan Polda Metro Jaya," ungkap Wijonarko.

Kini, 105 pelajar yang mayoritas berasal dari wilayah luar Kota Bekasi masih menjalani pemeriksaan.

Meski mereka tak mengantungi senjata tajam, namin kepolisian tetap akan mendalami motif-motif ketika mereka melakukan provokasi dan perusakan.

Ingin Jemput Anaknya yang Diamankan Polisi karena Ikut Demo, Emak-emak Bersitegang dengan Petugas

"Kita akan lakukan pendalamam apa motivasi aksi hari ini. Kita akan proses dengan hukum yang berlaku, kalau ada pidana, kita akan proses, tentunya agar jadi pelajaran," katanya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved