Ligue 1
Bek Olympique Marseille Alvaro Gonzalez Diteror, Dikirimi 2 Juta Pesan WhatsApp
Teror pesan WhatsApp hingga ancaman pembunuhan harus dihadapi bek Olympique Marseille, Alvaro Gonzalez, setelah dia terlibat insiden dengan Neymar.
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
Teror pesan WhatsApp hingga ancaman pembunuhan harus dihadapi bek Olympique Marseille, Alvaro Gonzalez, setelah dia terlibat insiden dengan pemain bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, tiga pekan lalu.
Pada laga Le Classique, 13 September lalu, Neymar menuduh Gonzalez mengucapkan kata-kata bernada rasialis kepadanya. Penyelidikan pun dilakukan terhadap insiden tersebut dan hasilnya Gonzalez tidak terbukti bersalah.
Menyusul putusan itu, Gonzalez menyebut Neymar tidak pantas mendapat rasa hormat dari dirinya sembari menceritakan teror yang dialaminya selepas pertandingan panas itu. “Syukurlah, keadilan telah ditegakkan. Saya sudah ingin bersuara, tetapi klub tidak membolehkan saya,“ kata Gonzalez kepada El Transistor.
“Klaim itu (tudingan Neymar kepada Gonzalez) bohong besar. Wasit telah membela saya. Seseorang seperti dirinya tidak pantas mendapat respek dari saya, bahkan memandangnya pun saya enggan. Kasus ini akan lebih mudah selesai jika kami berdua berdiskusi, tetapi dia tidak pernah menghubungi saya. Saya tinggal di sebuah kota di mana jika ada orang yang rasialis akan langsung ditendang keluar,” tambahnya.
Kata Gonzalez, setelah kejadian itu dia menerima hal-hal buruk, yang diduga dilakukan oleh penggemar Neymar. “Semua orang tahu bahwa sayalah yang harus menerima hal-hal buruk, sementara dia hanya duduk santai di rumah dan melihat segalanya terjadi,” katanya.
Gonzalez menceritakan, nomor telepon selulernya telah disebarluaskan melalui media sosial sehingga banyak orang, kebanyakan dari Brasil, menerornya melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.
“Saya tidak tahu siapa yang membocorkan nomor telepon saya, tetapi saya dapat 2 juta pesan WhatsApp ketika saya tiba di Marseille dari Paris,” kata mantan bek Villarreal itu.
“Kemudian setiap malam sebelum tidur dan setiap pagi sesudah bangun, saya menerima 20.000 pesan WhatsApp. Kini telepon saya ada di tangan polisi. Saya tidak bisa menggunakannya, karena penuh dengan pesan itu,” tuturnya.
Gonzalez mengaku takut dengan banyaknya pesan meneror yang masuk ke dalam telepon selulernya. “Saya dapat ancaman pembunuhan, bahkan orang tua saya pun juga. Melihat foto mobil saya dipublikasikan di media sosial membuat saya ketakutan. Saya sudah sebulan tidak keluar rumah,” ujarnya.
Gonzalez juga menceritakan tingkah buruk Neymar. Penyerang asal Brasil itu berulang kali memprovokasinya, termasuk menyebut gajinya dalam satu hari lebih banyak ketimbang gaji Gonzalez selama satu tahun.
“Mungkin itu benar, tetapi itu tidak mengganggu saya. Saya bilang bahwa saya bersyukur dengan apa yang saya miliki. Yang terpenting adalah kami lebih hebat ketimbang mereka, saya superior ketimbang dia, sehingga dia frustrasi,” katanya.
“Dia selalu memprovokasi saya, tetapi itu tidak berpengaruh. Saya lebih cerdas ketimbang dirinya dan itulah mengapa kami yang memenangkan pertandingan itu,” kata Gonzalez, merujuk kemenangan 1-0 Marseille atas PSG, di Stadion Parc des Princes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/alvaro-gonzalez-dan-neymar.jpg)