Breaking News:

Demo Buruh

Pascapengesahan UU Cipta Kerja, Aksi Penolakan Omnibus Law di Jakarta Timur Meluas

Aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Jakarta Timur meluas, Rabu (7/10/2020).

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Buruh Tanjung Priok bersiap demo menolak RUU Cipta Kerja. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pascapengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Cipta Kerja, aksi penolakan merebak di mana-mana.

Aksi unjuk rasa penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di Jakarta Timur (Jaktim) meluas, setelah kaum buruh dan mahasiswa menyuarakan tuntutan yang sama hingga Rabu (7/10/2020) siang.

Lokasi aksi di Jakarta Timur terpantau Kawasan Cakung, jalan layang Pasar Rebo hingga Depo Kantor Pusat TransJakarta di Cawang.

Video: Penolakan UU Cipta Kerja, Buruh Pelabuhan Demo di Tanjungpriok

Aksi di Kawasan Cakung diikuti ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri dengan menyusuri jalan umum dan jalan lingkungan di sekitar kawasan industri.

"Harapannya UU Omnibus Law ini bisa segera direvisi itu saja harapan buruh. Karena sangat merugikan kami," kata Wakil Ketua Serikat Pekerja Mandiri, Rohim, di Jakarta.

 Disahkan DPR, Omnibus Law RUU Cipta Kerja Jadi Undang-Undang, Tiga Poin Ini Menuai Sorotan

 Indonesia Siap-siap Hadapi Resesi Ekonomi, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Masyarakat

 KABAR Gembira: Umrah Kembali Dibuka Mulai 4 Oktober dan 1 November 2020

Aksi serupa juga terjadi di kolong Jembatan Layang Pasar Rebo yang diikuti ratusan mahasiswa dari Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta.

Massa berorasi di lintasan jalan umum menggunakan spanduk bertuliskan "Tolak Omnibus Law", "Jangan Diam!", "Mosi Tidak Percaya" dan lainnya.

Koordinator mahasiswa Goldi mengatakan ada empat tuntutan rekannya yang disampaikan dalam aksi itu.

"Ini sikap kami bahwa kekecewaan kita situasi politik saat ini RUU Cipta Kerja tiba-tiba disahkan. Kita mengecam tindakan represif aparat di daerah dan kita juga menuntut pemerintah fokus tangani COVID-19 dan meminta DPR menunda /Pilkada," katanya.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved