Minggu, 12 April 2026

Berita Video

VIDEO: Pekerja Seni dan Hiburan Malam Pengunjuk Rasa Diterima DPRD DKI, Minta PSBB Segera Dicabut

“Kami ingin PSBB dibuka pak, karena bagaimanapun kami dan saya serta teman-teman pekerja seni.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ormas Srikandi Pekat IB beraudiensi dengan anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Jamaluddin soal tempat hiburan malam yang ditutup selama PSBB, pada Senin (5/10/2020). Mereka minta Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memakai hak angket untuk mencabut kebijakan PSBB Pemprov DKI. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Sebanyak 10 orang perwakilan dari ormas Srikandi Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Srikandi Pekat IB) diterima masuk ke DPRD DKI Jakarta pada Senin (5/10/2020).

Mereka melakukan audiensi dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya agar Pemprov DKI Jakarta mencabut pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dua dari 10 orang yang diterima masuk adalah pedangdut tanah air. Mereka adalah kakak-beradik Anisa Bahar dan Dewinta Bahar.

Di ormas itu, Anisa menjabat sebagai Penasihat Srikandi Pekat IB, sedangkan sang adik Dewinta sebagai Ketua Umum Srikandi Pekat IB. Kedatangan mereka diterima oleh anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Jamaluddin.

“Kami ingin PSBB dibuka pak, karena bagaimanapun kami dan saya serta teman-teman pekerja seni. Banyak mengeluh karena mereka ada penyanyi di live music (musik langsung) di tempat hiburan malam,” kata Dewinta kepada Jamaluddin.

Menurutnya, para pekerja hiburan malam dan penggiat seni itu juga merasa menderita dengan PSBB. Sebab selama PSBB jilid II, mereka tidak bekerja karena pemerintah daerah melarangnya.

“Mereka akan bekerja apa? Mereka dagang-pun, sekarang agak sepi. Jadi mereka sangat menderita, karena di situlah (tempat pariwisata) mereka bisa bekerja pak,” ujar Dewinta.

Senada diungkapkan oleh sang kakak, Anisa Bahar yang menjabat sebagai Penasihat Srikandi Pekat IB. Pedangdut yang akrab dengan goyangan patah-patah ini meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk tidak lagi memperpanjang PSBB karena membuat para pengusaha hiburan malam menderita.

“Saya sebagai seniman Indonesia juga, saya berharap sekali PSBB ini jangan diperpanjang lagi dan PSBB segera dicabut agar rakyat bisa makan dan teman-teman saya bisa bekerja kembali,” kata Anisa.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Jamaluddin berjanji, aspirasi mereka akan disampaikan kepada para pimpinan dewan. Nantinya pimpinan dewan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya akan menyampaikan apa yang dikeluhkan masyarakat kepada pimpinan. Memang PSBB ini sangat berat untuk semua pihak. Bukan hanya masyarakat biasa, tapi seluruh pihak ini merasa keberatan,” kata Jamaluddin. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved