Breaking News:

Restoran Siap Saji di Bekasi Boleh Buka di Atas Pukul 20.00, Asalkan Pesan Makanan Lewat Drive Thru

Penerapan tersebut berlaku hingga tanggal 7 Oktober 2020 hingga penerapan maklumat berakhir.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar
Razia kepatuhan jam malam maklumat Wali Kota Bekasi di sejumlah tempat usaha di Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat, (2/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Pemberlakuan maklumat pembatasan jam operasional tempat usaha di Kota Bekasi telah dievaluasi.

Setelah berjalan selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu kemarin, Wali Kota Bekasi Rahmat Eeffendi mengatakan ada hal-hal yang menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha yang operasionalnya dibatasi.

“Kami baru tadi apel pagi evaluasi, ada hal-hal yang sebenarnya tidak seperti itu. Artinya gini, seperti rumah makan, dia tidak boleh dine in sampai dengan jam 18.00 WIB,” ujar Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (5/10/2020).

Setelah pukul 18.00 WIB, kini mereka tetap boleh beroperasi.

Namun, para pengunjung tak diperbolehkan makan di lokasi. Makanan diharuskan dibawa pulang oleh pengunjung.

“Tetapi jam 18.00 WIB sampai dengan umpamanya jam 20.00-24.00 boleh, tapi menggunakan drive thru,” katanya.

Hal itu berlaku bagi restoran dan pedagang kaki lima (pkl). Sehingga bagi restoran cepat saji dan pedagang makanan dipinggir jalan masih diperbolehkan buka.

“Jadi ada hal-hal, kayak warteg, boleh warteg 24 jam, boleh, tapi setelah jam 6 dia nggak boleh makan di situ (dine in),” tutur Rahmat.

Penerapan tersebut berlaku hingga tanggal 7 Oktober 2020 hingga penerapan maklumat berakhir.

Pembahasan evaluasi meliputi dampak pembatasan operasional tempat usaha terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi, penurunan penderita Covid-19, ketaatan masyarakat terhadap 3 M dan penurunan angka kematian.

“Bukan saja pengurangannya terhadap PAD, tapi pengurangannya terhadap hasil Lab. Hasil Lab masih meningkat enggak? Kalau meningkat berarti memang sistem pengendalian kita terus men-tracing, mencari, berarti jalan. Yang tidak kalah pentingnya lagi, sampai satu minggu ke depan itu angka kematian turun nggak? Kalau angka kematian tinggi, berarti kita tidak berhasil. Itu yang menjadi barometer,” papar Rahmat Effendi.

Setelah masa pemberlakuan berakhir, pimpinan di wilayah Jabodebek akan kembali melalukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan.

Rapat tersebut nantinya juga akan menentukan diperpanjang atau tidaknya pembatasan jam operasional tempat usaha di Jabodebek.

“Kita tunggu 1 minggu, karena Pak Menko Maritim dan Investasi menyampaikan, tadinya minta 2 minggu,” tutur Rahmat.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved