Breaking News:

Advertorial

Obati Sakit Kepala dan Sakit Gigi Tanpa Rasa Kantuk

Satu kaplet Paracaf mengandung 500 miligram (mg) parasetamol dan 50 mg kafeina. Penambahan kafeina ini agar konsumen terjaga alias tidak mengantuk.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Seorang model menunjukkan obat sakit kepala Paracaf di Kawasan Balaraja, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Sakit gigi dan sakit kepala rasanya menjadi penyakit umum dan pernah dirasakan sepanjang usia. Saat gejalanya muncul, kita langsung merasa tidak nyaman. Apalagi kalau datangnya saat tengah mengikuti rapat atau mengerjakan sesuatu dengan tengat waktu yang ketat.

Artinya selain menimbulkan rasa kurang nyaman, sakit gigi dan sakit kepala turut mengganggu produktivitas. Dibutuhkan solusi jitu untuk mengatasi kondisi tersebut. Satu di antara obat yang dipercaya cepat mengatasinya adalah obat dengan kandungan parasetamol. Obat ini dijual bebas di warung.

Wakil Direktur PT Harbat Farma, Hansen Thee mengatakan pihaknya memproduksi obat yang mengandung parasetamol bermerek Paracaf. Ia menyebut Paracaf bisa menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi gejala sakit gigi dan kepala.

"Kemudahan mendapat obat ini sangat penting di situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Karena saat ini kita sebisa mungkin menghindari kunjungan ke rumah sakit kecuali dalam kondisi darurat," ujar Hansen kepada Warta Kota di kantornya kawasan Balaraja, Tangerang, Banten, belum lama ini.

"Sekarang ke rumah sakit itu kalau ada gejala berat yang muncul saja seperti nyeri dada yang hebat, sesak napas, dan kehilangan kesadaran. Bila kondisi itu terjadi, ya harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat," sambungnya.

Seorang model menunjukkan obat sakit kepala Paracaf di Kawasan Balaraja, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2020).
Seorang model menunjukkan obat sakit kepala Paracaf di Kawasan Balaraja, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2020). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Hansen mengatakan bila sakit kepala yang dialami masih tergolong ringan, obat yang mengandung parasetamol bisa menjadi solusi. Selain obat penurun panas atau demam, parasetamol berfungsi sebagai anti nyeri.

Satu kaplet Paracaf mengandung 500 miligram (mg) parasetamol dan 50 mg kafeina. Penambahan kafeina ini bertujuan agar konsumen terjaga alias tidak mengantuk.

"Jadi kalau minum ini tetap aman mengemudikan kendaraan dan tetap alert ketika sedang mengerjakan sesuatu," katanya.

Secara alami kafeina biasa ditemukan di kopi, teh, dan cokelat. Bahan-bahan ini memiliki efek menahan kantuk dan meringankan sakit kepala.

Seperti obat yang dijual bebas lainnya, lanjut Hansen, Paracaf bisa dijadikan semacam pertolongan pertama untuk meringankan gejala sakit gigi dan kepala. Bila gejalanya berulang, ia menyarankan penderita sakit berkonsultasi ke dokter.

"Sakit kepala itu bukan penyakit tetapi ada bagian tubuh yang sakit dengan gejala sakit kepala. Begitu juga dengan sakit gigi harus dicari penyebab sakit gigi. Bila penyebab sakit gigi karena gigi bolong, gigi tersebut harus segera ditambal untuk menghilangkan rasa sakit giginya," ucap Hansen yang menyebut Paracaf bisa dikonsumsi sesudah makan. (*)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved