Breaking News:

Berita Jakarta

Gunakan Sistem Betonisasi, Pengendalian Banjir di Jakarta Diharapkan Prioritaskan Fungsi Ekologis

Hal ini berkaca pada rencana DKI yang ingin menanggulangi banjir selama tiga tahun dari 2020-2022 dengan dana sebesar Rp 5,2 triliun.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Permukiman warga di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terendam banjir, Senin (5/10/2020) karena hujan deras semalam. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta diminta pengendalian banjir di Ibu Kota mengedepankan fungsi ekologis.

Hal ini berkaca pada rencana DKI yang ingin menanggulangi banjir selama tiga tahun dari 2020-2022 dengan dana sebesar Rp 5,2 triliun.

Sekretaris Jenderal Koalisi Perkotaan Jakarta, Ubaidillah, mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta dalam menanggulangi banjir.

Hanya saja dia meminta, agar salah satu pengendalian banjir melalui pembangunan sejumlah waduk tidak hanya sebagai pengendali banjir, tapi berfungsi secara ekologis.

“Waduk tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi memiliki sirkulasi air dan daur hidrologi yang baik. Menyerap ke dalam tanah sebagai cadangan air tanah,” kata Ubaidillah berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (5/10/2020).

“Kemudian agar permukaan air tanah dan permukaan tanah stabil, tentu bisa menjadi sumber air baku bagi rakyat,” lanjutnya.

Aktivitas lingkungan ini mengingatkan hal tersebut, karena pembangunan atau revitalisasi badan-badan air belakangan ini memakai sistem betonisasi, sehingga cenderung menghilangkan fungsi ekologis. Seperti pada waduk yang dilakukan betonisasi misalnya, Ubaidillah meragukan mampu memotong 20 persen debit air dari aliran sungai.

Soalnya danau, waduk yang dilakukan betonisasi ibarat air di dalam bak yang tidak ada sirkulasi. “Oleh karena itu program pembangunan situ dalam rencana tiga tahun kedepan agar supaya berfungsi secara ekologis, jangan dilakukan betonisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad mengaku, lembaganya sudah mengkaji program pengendalian banjir 2020-2022 yang telah dipaparkan Kepala Dinas SDA Juaini Yusuf pada rapim awal Agustus 2020 lalu.

Menurut Syaiful, paparan Juaini dalam menanggulangi bencana banjir dianggap cukup menjanjikan. "Sekarang publik berharap program-program yang telah dibuat dapat dieksekusi secara profesional dan bebas KKN. Jadi tidak sekadar menjadi program di atas kertas,” kata Syaiful.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved