Breaking News:

Pelecehan Seks

Oknum Ketua RT Diduga Lecehkan Bocah di Tangerang

Oknum Ketua RT Diduga Lecehkan Bocah di Tangerang. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

ISTIMEWA
BN seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD bilangan Sepatan, Kabupaten Tangerang diduga mengalami pelecehan seksual. Diduga pelecehan itu dilakukan oleh oknum Ketua RT setempat. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - BN seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD bilangan Sepatan, Kabupaten Tangerang diduga mengalami pelecehan seksual. Diduga pelecehan itu dilakukan oleh oknum Ketua RT setempat.

BDN, ayah korban, menjelaskan kejadian tersebut diketahui lantaran ibu korban yang curiga atas kondisi psikis putri pertamanya tersebut.

"Jadi awalnya anak ini ceria, tapi beberapa Minggu terakhir ini dia diam aja. Ibunya curiga dan setelah ditanya ternyata ngaku bahwa dia mengalami pelecehan seksual," kata BDN, Minggu (4/10/2020).

Puspomad akan Panggil Kolonel CPM Bagus Heru Sucahyo Pemilik Mobil Dinas TNI yang Viral

Ia menyebut untuk melancarkan aksinya, oknum Ketua RT berinisial AR (55) yang diketahui berprofesi sebagai penjual makanan keliling tersebut mengimingi - imingi korban dengan uang jajan.

"Jadi si RT ini sering kasih jajan setiap dia pulang dagang. Ternyata itu cuma memastikan kalau di rumah korban lagi enggak ada orang," ucapnya.

Masih menurut BDN, setelah memastikan kondisi rumah korban sepi, oknum RT tersebut kembali lagi ke rumah korban dan melakukan aksinya.

"Ibunya korban ini kalau siang keliling nagihin paket Lebaran, nah ini si pelaku kayaknya tau banget kondisi rumah korban yang sepi. Jadi pas tau rumah itu sepi, si anak itu didorong kamar dan dipaksa melayani nafsu bejat si RT ini," ujar BDN.

BULE Ngeyel Ini Diturunkan dari Kereta karena Dorong Petugas KRL dan Ogah-ogahan Pakai Masker

Dirinya menerangkan berdasarkan pengakuan korban, perlakuan senonoh yang dilakukan pelaku tersebut diduga bukan hanya dilakukan di dalam rumah. Akan tetapi di beberapa lokasi berbeda.

"Jadi waktu itu korban enggak mau diajak rombongan ziarah ke sekitaran Kemiri karena pelaku ikut dalam rombongan itu. Tapi karena dipaksa akhirnya korban ikut dan benar saja di lokasi ziarah pelaku lagi - lagi melakukan pelecehan ke anak ini," ungkapnya.

Menurut dia, kejadian tersebut telah coba dimusyawarahkan dengan beberapa aparatur Kelurahan. Akan tetapi hingga waktu yang telah ditentukan pelaku tak kunjung hadir dalam musyawarah tersebut sehingga dirinya lebih memilih jalur hukum.

"Tidak ada itikad baik dari pelaku, atas arahan dari Lurah, Babinsa dan Binamas kami melaporkan kasus ini ke polisi," tuturnya. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved