Breaking News:

Pendidikan

Kuliah Umum Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro Buka Dies Natalis ke-36 Institut Teknologi Indonesia

Rangkaian acara Dies Natalis yang dimulai dengan Kuliah Umum akan ditutup dengan kegiatan Seminar Nasional Technopex ITI pada minggu terakhir Oktober.

Istimewa
Kuliah Umum bertema 'Ekonomi Berbasis Inovasi' diberikan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) RI Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro Ph.D secara daring, Kamis (1/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kuliah Umum bertema 'Ekonomi Berbasis Inovasi' telah digelar secara daring pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Kuliah Umum tersebut diberikan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) RI Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro Ph.D.

Kuliah Umum yang dibuka oleh Rektor Institut Teknologi Indonesia (ITI) Dr Ir Marzan Aziz Iskandar IPU ini digelar dalam rangka Dies Natalis ke-36 Institut Teknologi Indonesia, sekaligus mengawali rangkaian acara Dies Natalis hingga November 2020.

PPG Siap Edarkan Obat Covid-19 Covifor Remdesivir di Indonesia, Ini Perjalanan Penelitian Remdesivir

Menristek: Dalam Menghadapi Tsunami Indonesia Harus Contoh Jepang

Adapun rangkaian acara Dies Natalis yang dimulai dengan Kuliah Umum, akan ditutup dengan kegiatan Seminar Nasional Technopex ITI pada minggu terakhir bulan Oktober 2020.

Dalam siaran resmi yang diterima Wartakotalive.com, Minggu (4/10/2020), disebutkan, Institut Teknologi Indonesia (ITI) yang didirikan untuk menghasilkan SDM Unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), telah fokus pada pengembangan riset berkelanjutan melalui pengembangan inovasi sejak tahun 2014.

Vespa Sprint 150 dan GTS 300 HPE Racing Sixties, Edisi Terbatas Nuansa Balap 1960an, Ini Keunikannya

Untuk memajukan produk riset dan inovasi teknologi yang dihasilkan, ITI melakukan program inkubasi melalui berbagai bentuk kegiatan seperti transfer teknologi, sertifikasi produk, konsultasi bisnis di bidang manajemen dan pengembangan bisnis, perijinan bisnis, serta pemodalan dan akses jaringan pasar.

Melalui program pendampingan yang terstruktur dan profesional, diharapkan ITI dapat menghasilkan SDM technopreneur di bidang Iptek, yang memiliki nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu mengurangi angka pengangguran di Indonesia dengan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan daya saing, baik di tingkat nasional dan internasional.

Dibanderol Rp 4 Jutaan, Oppo A93 Quad Camera RAM 8 GB/128 GB Meluncur, Ini Spesifikasinya

Bocoran Apple iPhone 12, Mulai Rp 9,6 Juta, Ini Daftar Harga 4 Varian plus 12 Kapasitas Storage-nya

Lebarkan Sayap, Smart TV Pertama Oppo dengan Kamera Pop-up dan Layar 120 Hz akan Rilis, Spesifikasi?

Pedoman bagi ITI

Kuliah Umum 'Ekonomi Berbasis Inovasi’ yang disampaikan oleh Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro akan menjadi pedoman bagi ITI untuk selalu mengembangkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi.

"Riset dan inovasi yang berkualitas dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat/market, serta adanya dukungan industri, akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Bambang.

Swasta, sebagai pelaku usaha, termasuk UMKM, lanjutnya, yang melakukan investasi berbasis inovasi dapat menciptakan pasar.

Dengan demikian, konsep triple helix dapat berlangsung.

"Dan bagi ITI, sebagai sebuah perguruan tinggi yang diarahkan untuk melahirkan banyak technopreneur, diharapkan dapat terus men-scale up produk inovasinya yang dibutuhkan masyarakat dan berpotensi dikomersialisasi oleh pelaku usaha," imbuy Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved