Breaking News:

Liga 2

General Manager APPI Ponaryo Astaman Kritisi Klub Bermasalah di Liga 2 2020

Masih berbagai masalah yang terjadi di sepak bola di Tanah Air. Selain penundaan kompetisi, beberapa klub tidak patuh dengan keputusan NDRC.

Tribunnews/Abdul Majid
General Manager Asosiasi Pesepakbola Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman da Cahyadi Wanda, CEO Mahaka Sports dalam konferensi pers turnamen eSports Superstras Battle melalui zoom meeting, Rabu (10/6/2020). 

Hal itu dikatakan General Manager Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman.

NDRC merupakan wadah penyelesaian masalah dan sengketa yang berhubungan dengan sepak bola di Indonesia.

Pernyataan Ponaryo terkait dengan sanksi yang dijatuhkan NDRC kepada lima klub Liga 2 akibat tidak membayarkan gaji kepada pemainnya.

Kelima klub tersebut adalah PSMS Medan, PSPS Riau, PSKC Cimahi, Perserang Banten, dan Kalteng Putra.

PSMS terbebas dari hukuman, karena sudah melunasi kewajibannya kepada pemain yang bersangkutan.

Untuk empat klub lain, APPI sudah mengingatkan PSSI dan PT LIB, agar tidak diizinkan mendaftarkan pemain baru, jika belum melunasi tunggakan kepada pemain-pemainnya.

Ponaryo menuturkan, ada beberapa klub terhukum masih tidak menjalankan apa yang telah ditetapkan NDRC.

Padahal, NDRC merupakan badan Arbitrasi dari permasalah dan juga pilot project pengembangan dari FIFA.

"Konsekuensi dari kondisi yang ada, regulasi harus tetap kita ikuti. Ada beberap klub sampai saat ini masih berstatus terhukum dari NDRC. Ini yang tidak diketahui dan tidak dipahami oleh klub," kata Ponaryo dikutip dari TribunJakarta.com.

Menurut Ponaryo, empat klub itu harus melunasi utangnya sebelum merekrut pemain baru.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved