Pariwisata

Perlu Usaha Ekstra Supaya Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Segera Pulih, Begini Alasannya

DPR memberikan dukungan ke pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akibat pandemi Covid -19.

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Wisatawan memadati kawasan Pantai Canggu, Badung, Bali, Kamis (4/6/2020). Pariwisata Bali dihadapkan pada pilihan sulit, antara kesehatan atau terus mempromosikan industri pariwisata. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Wishnutama Kusubandio mengapresiasi dukungan DPR RI ke pemerintah.

DPR memberikan dukungan ke pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akibat pandemi Covid -19.

Wishnutama mengatakan, belanja pemerintah merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga perputaran roda ekonomi dalam masa pandemi ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. (Biro Pers Setpres/Rusman)

Pasalnya, anggaran tidak hanya bicara seputar angka-angka rupiah, tapi anggaran yang ada merupakan upaya implementasi dari kebijakan agar berdampak bagi masyarakat.

"Kebijakan mampu memberi harapan baru untuk tahun depan sebagai tahun pemulihan," kata Wishnutama lewat siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, Jumat (2/10/2020).

Dalam rapat kerja, Komisi X DPR RI menyepakati pagu anggaran Kemenparekraf/Baparekraf tahun anggaran 2021 sebesar Rp 4.907.148.382.000.

Kemenparekraf Siapkan Dana Rp 3,8 Triliun Untuk Pulihkan Industri Pariwisata Akibat Pandemi Covid-19

Cara Singapura Bangkitkan Pariwisata di Negerinya , Bagikan Voucher Setara dengan Uang Rp 1 Juta

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 19,4 persen atau sebesar Rp 795.710.814.000 dari pagu indikatif (ancar-ancar pagu anggaran) TA 2021 sebesar Rp 4.111.437.568.000.

Dalam penggunaan APBN tahun 2021, Wishnutama menjelaskan, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki tiga program strategis.

Program tersebut adalah percepatan pemulihan pariwisata, pariwisata berkualitas dan ekonomi kreatif, serta digitalisasi dan kedaulatan digital.

Pantai Sanur, Denpasar, Bali dipadati wisatawan, Minggu (22/12/2019). Saat ini situasinya berbeda sejak ada pandemi virus corona. Pariwisata Bali diharapkan buka kembali dalam waktu dekat.
Pantai Sanur, Denpasar, Bali dipadati wisatawan, Minggu (22/12/2019). Saat ini situasinya berbeda sejak ada pandemi virus corona. Pariwisata Bali diharapkan buka kembali dalam waktu dekat. (Tribun Bali/Noviana Windri)

"Perlu ada usaha ekstra agar industri sektor pariwisata dan ekonomi kreatif segera pulih," kata Wishnutama.

Usaha ekstra ini, lanjutnya, diperlukan karena ada beberapa isu yang menghambat pemulihan diantara sekian isu tersebut ada dua isu yang dominan.

Dia menjelaskan, isu pertama adalah 'fear factor' yang menurut data McKinsey, masyarakat Indonesia khawatir memakai transportasi umum, berpergian menggunakan pesawat dan menginap di hotel.

Kampanye Bali I Miss U, Bangkitkan Kembali Pariwisata Bali dengan Budaya Patuh New Normal

Ajak Bersama Bangkitkan Kembali Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan Protokol K4 di Daya Tarik Wisata

"Tiga kategori kegiatan tersebut sangat terkait dengan sektor pariwisata," ujarnya.

Isu dominan kedua adalah soal daya beli. Menurut data McKinsey, terlihat 3/4 konsumen mengalami penurunan pendapatan dan penurunan nominal tabungan.

"Dari data ini disimpulkan, secara logika masyarakat hanya akan mengeluarkan uang untuk kebutuhan pokok karena pendapatan menurun," ujar Wishnutama.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, saat meninjau kesiapan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, saat meninjau kesiapan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta. (Kemenparekraf)

Oleh karena itu, pengeluaran untuk berwisata akan menjadi hal sekunder bagi kebanyakan orang.

"Ini menjadi tantangan kami untuk membangkitkan industri pariwisata pascapandemi, dan membantu industri pariwisata bertahan di tengah pandemi," kata Wishnutama.

Pelabuhan Wae Kelambu Dibangun, akan Pisahkan Aktivitas Pariwisata dan Bongkar Muat di Labuan Bajo

Bantah Anggaran Influencer, Pengamat Pariwisata Sebut Kemenparekraf Fokus Manajemen Krisis Covid-19

Saat ini Kemenparekraf/Baparekraf tengah melakukan berbagai upaya dalam memulihkan kepercayaan masyarakat.

Salah satunya menjalankan program sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) gratis bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved