Kini Urus KTP hingga KK di Tangsel Bisa Pakai Ojek Online

Sejak dilanda pandemi covid-19, pihak Disdukcapil membatasi pelayanan secara langsung hingga berimbas penurunan pelayanan dokumen kependudukan.

Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Kantor Disdukcapil Kota Tangsel saat meresmikan program Sianduk. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Tangerang Selatan (Disdukcapil Kota Tangsel) menggandeng para provider ojek online (ojol) guna menggenjot pelayanan dokumen kependudukan.

Pasalnya sejak dilanda pandemi covid-19, pihak Disdukcapil membatasi pelayanan secara langsung hingga berimbas penurunan pelayanan dokumen kependudukan.

 Kisah Haru, Pengantin Wanita Meninggal saat Dirias Sejam Sebelum Ijab Kabul, Minta Dipasang Cincin

 Tanggapi Aksi Vandalisme di Musala Darusalam, Gubernur Banten Wahidin Halim: Jangan Dibesar-besarkan

"Biasanya rata-rata sebelum pandemi covid ini biasanya bisa melayani 2.000 kegiatan tapi sekarang ini hanya 300. Mudah-mudahan kerjasama dengan ojek online ini bisa memudahkan untuk mengantar dan mengirim sehingga interaksi antar masyarakat juga tidak begitu banyak," kata Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Kantor Disdukcapil Kota Tangsel, Cilenggang, Serpong, Jumat (2/10/2020).

Kerjasama sistem drive thru ini nantinya, kata Airin dapat meminimalisir penitipan yang terjadi dari warga yang sedang berproses membuat dokumen kependudukan kepada seseorang yang ditugaskan.

"Kalau dulu kan minta tolong orang, kalau sekarang minta tolong gojek jadi biayanya ke gojek antar masuknya," jelas Airin.

"Biasanya dulu kan kesulitan saya bekerja saya tidak sempat waktu ke gerai Dukcapil atau kecamatan, tapi dengan gojek ini mudah-mudahan membantu kita yang penting kan bisa sampai tepat sasaran karena dokumen penting. Mudah-mudahan ini juga memudahkan masyarakat dan transparansi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Tangsel Dedi Budiawan menjelaskan dalam sistem pengiriman dokumen kepedudukan (Sianduk) terdapat dua pelayanan.

Pelayanan pertama berupa perbaikan dokumen kependudukan dari warga yang bersangkutan.

"Jadi step-nya, kan ada dua model. Kalau yang pertama itu yang tidak perlu diupdate, misalkan KTP hilang, KTP rusak, atau punya KK tapi belum punya KTP. Nah itu bisa mengirim langsung dari rumah, aplikasi ini, mau Gojek atau mau Grab," jelas Dedi.

Sementara pada pelayanan yang kedua berupa pembuatan dokumen baru bagi warga yang bersangkutan.

 Rumah Warga yang OTG akan Dipasang Stiker Isolasi Mandiri, Jika Rumah Sempit Isolasi di Wisma Atlet

 Satpol PP DKI tidak akan Menindak Pengguna Masker Scuba dan Buff

Untuk pelayanan itu, warga yang bersangkutan terlebih dahulu mendaftarkan diri ke tingkat kelurahan dan kecamatan setempat.

"Cara yang kedua itu kalau harus diupdate, contoh perbaikan KK (Kartu Keluarga), pembuatan akta kelahiran, itukan harus diinput ke kelurahan. Nah si masyarakat datang dulu ke kelurahan, setelah diverifikasi, lalu si amplop tadi disegel oleh petugas kita, nanti si warga milih, mau dikolektif atau mau bapak-ibu sendiri," jelasnya.

Adapun program Sianduk ini bakal dimulai pada Senin, 5 Oktober 2020. (m23)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved