Batik
20.000 Pengrajin Berperan Serta Sukseskan Pameran Batik Nasional Secara Virtual
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) menggelar berbagai acara dalam peringatan hari Batik Nasional 2020.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) menggelar berbagai acara dalam peringatan hari Batik Nasional 2020.
Satu di antaranya ialah pameran batik secara virtual. Pameran batik itu akan diselenggarakan 12 Oktober sampai 17 Oktober 2020.
Kegiatan itu nantinya akan diikuti 20.000 pengrajin batik di desa-desa.
"Para pengrajin batik itu akan dihadirkan secara langsung atau secara virtual," ujar Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers secara virtual Jumat (2/10/2020).
Selain dihadiri pengrajin batik, acara itu juga akan dihadiri oleh seluruh kepala desa di Indonesia. Mereka akan hadir secara virtual.
Selama dua bulan yakni September dan Oktober, seluruh perangkat desa dan pendamping desa di seluruh Indonesia juga diwajibkan memakai batik.
Hal itu tertuang dalam gerakan Yang Terbaik Yang Terbatik yang akan digaungkan Kemendes PDTT sampai akhir Oktober mendatang.
Pria yang akrab disapa Gus Menteri itu berharap kegiatan tersebut dapat mendongkrak kembali industri batik di Indonesia.
Pasalnya industri batik sempat terpuruk karena dampak Pandemi Covid-19.
"Dengan kegiatan ini kami harap ada peningkatan. Terutama peningkatan daya beli batik yang sempat alami penurunan karena Pandemi Covid-19," jelas Gus Menteri.
Selain itu pihak Kemendes PDTT juga sudah menghias kantor Kemendes PDTT di Kalibata, Jakarta Selatan.
Mulai dari dinding hingga kendaraan dinas semuanya dihias dengan corak batik.
Di mobil-mobil itu disediakan barcode. Sehingga masyarakat tinggal scan barcode tersebut agar bisa mendapatkan informasi corak batik yang tergambar pada badan mobil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mendes_danadesa.jpg)