Virus Corona Jabodetabek

Bupati Eka Ungkap Penyebab Tingginya Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Kurang Kooperatif?

Klaster industri menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Wito Karyono
Istimewa
Ilustrasi Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan rapat DPRD Kabupaten Bekasi dimana ada ASN yang dijemput karena hasil tes swab positif corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Klaster industri menjadi penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 1 Oktober 2020, total kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi ada sebanyak 2.811.

Dari jumlah itu hampir separuh dari total kasus itu disumbangkan dari klaster industri.

Bupati Bekasi Eka Supria ketika meninjau Pasar Baru Cikarang, Jalan RE. Martadinata, Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. Ia menyebut penyebab tingginya corona di Klaster Industri Bekasi.
Bupati Bekasi Eka Supria ketika meninjau Pasar Baru Cikarang, Jalan RE. Martadinata, Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. Ia menyebut penyebab tingginya corona di Klaster Industri Bekasi. (Dok Humas Pemkab Bekasi)

Menanggapi hal itu, Bupati Bekasi menjelaskan salah satu penyebab tingginya kasus Covid-19 dari klaster industri dikarenakan perusahaan kurang kooperatif dalam melaporkan kondisi kesehatan karyawannya.

Update Pananganan Pasien OTG Covid-19, Yang Rumahnya Kecil, Maaf, Diarahkan ke Wisma Kemayoran

Menurut Eka, saat terjadi satu dua kasus perusahaan awalnya enggan melaporkan ke Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten, baru dilaporkan ketika jumlah karyawan yang sakit meningkat.

"Sepanjang industri itu kooperatif terhadap gugus tugas tidak akan terjadi penambahan sampai tinggi. Maka kita himbau ke industri, bahwa industri tidak akan ditutup lama kalau cepat lapor," kata Eka, di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi

Usai Berganti Nama, Element Rilis Album Baru yang Diberi Nama New World - Resonansi

Jika laporan dilakukan segera, kata Eka, maka langkah-langkah cepat langsung dilakukan agar tidak semakin meluas.

Eka menerangkan langkah-langkah yang dilakukan dengan menutup sementara kegiatan untuk melakukan strerilisasi dan pengetesan massal karyawan yang kontak erat.

"Harus ada langkah-langkah cepat, strerilisasi, di swab, diliburkan dulu baru masuk lagi. Maka butuh lapor cepat, jika telat lapor itu jadi fatal," beber dia.

Eka memaparkan untuk menekan penyebaran virus corona, baik di lingkungan masyarakat maupun industri, Pemkab Bekasi bersama unsur Kepolisian, TNI dan Elemen Masyarakat gencar melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

Bareskrim Polri Lakukan Audit Rekening Petugas CS Gedung Kejagung yang Diduga Punya Rp 100 Juta

Sejumlah kegiatan operasi razia juga dilakukan guna menegakkan disiplin protokol kesehatan.

"Kita juga sudah lucurkan gerakan gunakan masker atau Genggam, sudah 1 juta masker yang kita bagikan ke masyarakat dari total 2,5 juta masker. Intinya meminta protokol kesehatan yang memang penting selalu diingatkan," ungkap dia.

Untuk memperkuat penegakkan protokol kesehatan bagi masyarakat maupun industri, Eka menambahkan Pemkab Bekasi bersama Polres Metro Bekasi, Kejaksanaan Negeri Cikarang tengah membahas pembentukan Peraturan Daerah (Perda) dalam penindakan pelanggar protokol kesehatan Covid-19.

Kapal Perang TNI AL Latihan Manuver Jelang Peringatan Hari TNI

"Akan diperdakan terkait aturan dan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Kita lagi koordinasi dengan Pemprov Jabar, kita lihat saja nanti," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved