Breaking News:

Berita Nasional

Perkuat Ekosistem SMK Dirjen Pendidikan Vokasi Bersinergi dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan

Perkuat Ekosistem Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Bersinergi dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan

Editor: Dwi Rizki
Instagram @Jokowi
Acara SMK yang dihadiri presiden Jokowi 

Wikan menekankan hal ini menjadi penting karena Laju perkembangan industri sangatlah cepat dan diperlukan pendidik dan tenaga kependidikan yang selalu adaptif dengan perkembangannya.

“Agar nantinya proses link and match antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia industri dapat berjalan sustain dan selaras maka peran para pemimpin baik kepala balai maupun kepala SMK yang memiliki visi dan mindset selayaknya seorang CEO menjadi sangat penting," kata Wikan.

“Kepala sekolah juga harus memiliki karakter yang kuat sebagai pembangun yang mencakup fungsi sebagai motivator, innovator, organizing dan controlling dalam pelaksanaan pembelajaran di SMK,” tambahnya.

Stadion Benteng Renovasi, LBV Kehilangan Sekretariat

Lebih lanjut Wikan mengapresiasi kolaborasi antara Ditjen Vokasi dengan GSM dalam menyelenggarakan Workshop Penguatan Eksosistem SMK Melalui ‘Gerakan Sekolah Menyenangkan ’bagi pengelola balai dan SMK.

“Sinergitas antara pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk penggiat pendidikan di GSM merupakan keniscayaan yang harus dilakukan untuk mendorong perubahan ekosistem pendidikan yang mendukung terwujudnya link & matchantara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industri," jelasnya.

Sebagai informasi Workshop Penguatan Eksosistem SMK Melalui GSM yang diikuti oleh Kepala BBPPMPV/BPPMPV dan Kepala SMK terpilih merupakan program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bersama dengan Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan.

Program ini bertujuan untuk menginternalisasi tugas dan tanggung jawab Kepala BBPPMPV/ BPPMPV sebagai pemimpin lembaga yang berfungsi untuk mencetak dan meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Vokasi.

Workshop ini dilaksanakan pada 30 September hingga 2 Oktober 2020 di Kaliurang, Yogyakarta yang diikuti oleh 28 orang perwakilan dari Balai Besar/balai PPMPV, 28 orang perwakilan SMK, perwakilan Direktorat Mitras DUDI dan 66 orang perwakilan Pendidikan Tinggi mitra Ditjen Pendidikan Vokasi.

Pendiri GSM Muhammad Nur Rizal berharap agar semangat perubahan yang diusung GSM berikut praktik, baik untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang positif dan dirindu para siswa dapat juga diterapkan di SMK.

Kerjasama antara gerakan akar rumput dan pemangku kepentingan yang telah dirintis ini harapannya tidak berhenti di kegiatan atau permukaan saja, tetapi dapat memantik proses perubahan yang lebih mendasar, yakni mengubah haluan kebijakan, budaya dan sistem pendidikan kita yang telah mulai ketinggalan.

"Dunia sudah berubah dengan cepat dan tak pasti, Maka kita juga harus berubah,dan perubahan itu tidak bisa berjalan sendirian. Kita bersama tak rela anak kita menjadi buruh di negerinya sendiri," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved