MotoGP

Legenda Pebalap MotoGP Menyebut Valentino Rossi Menjadi Incaran Pebalap Muda

Mantan pebalap MotoGP, Max Biaggi, memaklumi jika para pebalap muda yang berkiprah di MotoGP 2020 ingin mengalahkan Valentino Rossi.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Twitter/@ValeYellow46
Ekspresi Valentino Rossi ketika hadir di sesi jumpa pers Motogp Misano beberapa waktu yang lalu 

WARTAKOTALIVE.COM, ITALIA - Mantan pebalap MotoGP, Max Biaggi, memaklumi jika para pebalap muda yang berkiprah di MotoGP 2020 ingin mengalahkan Valentino Rossi saat menjalani balapan.

Musim ini Rossi membela tim Monster Energy Yamaha. Pebalap berjulukan The Doctor tersebut masih tercecer di posisi ke-11 klasemen sementara pebalap MotoGP 2020 dengan 58 poin.

Rossi terpaut 50 poin dari sang pemuncak klasemen, Fabio Quartararo, yang membalap untuk tim satelit Yamaha, Petronas Yamaha SRT.

Melihat kondisi tersebut, Biaggi pun menilai Rossi kini menjadi target yang dikejar pebalap-pebalap muda saat balapan.

Hal itu pula yang akan menjadi hambatan bagi Rossi untuk bisa meraih gelar juara dunia MotoGP kedelapan.

Valentino Rossi dengan Direktur Tim Monster Energy Yamaha Massimo Meregalli
Valentino Rossi dengan Direktur Tim Monster Energy Yamaha Massimo Meregalli (Motogp.com)

"Saya paham pikiran seorang pebalap. Ketika Anda adalah seorang juara dunia, Anda akan menjadi target pebalap lain," ujarnya.

"Para pebalap muda akan mengerem terlambat hanya supaya mereka bisa mengatakan kalau mereka pernah menyalip seorang Valentino Rossi," ucapnya dikutip dari GP One.

Di sisi lain, Biaggi yang juga merupakan juara dunia Superbike tersebut tak mau menyarankan Rossi untuk gantung helm.

"MotoGP adalah olahraga terbaik. Saya bisa paham alasan dia untuk melanjutkan karier dan tak punya nasihat untuknya," ucap Biaggi.

Rossi resmi memperpanjang karier balap MotoGP-nya tahun depan.

The Doctor akan membela Petronas Yamaha SRT dan bertukar tempat dengan Quartararo yang akan membalap untuk Monster Energy Yamaha MotoGP pada musim depan.

Max Biaggi
Max Biaggi (Dailyexpress)

Tahun depan, Rossi akan genap berusia 42 tahun dan tetap menyandang status sebagai pebalap paling senior di kelas MotoGP.

Rossi butuh waktu hingga delapan bulan kemudian hingga pihak-pihak terkait, untuk memublikasikan detail akhir kontrak yang akan mempertahankan pemegang sembilan gelar juara dunia tersebut, paling tidak selama setahun.

Menurut bos Yamaha, Lin Jarvis, sifat Rossi yang sangat berbeda dalam tim satelit Yamaha berarti bahwa kesepakatan itu butuh waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada kontrak sebelumnya.

"Butuh proses panjang untuk menyatukannya karena rumit. Biasanya, kontrak hanya antara kami dan Vale dan setiap pembaruan kontrak adalah proses yang sederhana. Apa yang berubah, apa yang perlu diubah, OK selesai," kata Jarvis dilansir dari The Race.

"Kali ini kami mengubahnya karena dia akan tetap menjadi pembalap Yamaha.Tetapi, kami harus menempatkannya di tim Petronas," tandasnya.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved