Senin, 27 April 2026

Berita Daerah

IPW Apresiasi Polri Yang Bubarkan Acara KAMI di Surabaya

IPW Apresiasi Polri Yang Bubarkan Acara KAMI di Surabaya. Menurut Neta S Pane, Pembubaran dilakukan demi keamanan semua pihak

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengapresiasi tindakan tegas Polda Jawa Timur (Jatim) yang membubarkan acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya pada Senin (28/9/2020) kemarin.

"Patut diapresiasi semua pihak. Apa yang dilakukan aparat Polda Jatim itu, adalah demi keamanan semua pihak dan demi kepentingan stabilitas Kamtibmas yang kondusif bagi kota Surabaya khususnya, dan Jawa Timur umumnya," kata Neta kepada Warta Kota, Selasa (29/9/2020).

Indonesia Police Watch (IPW) kata Neta, menilai bahwa dalam situasi seperti sekarang ini, di mana krisis berkecamuk akibat virus Covid 19 yang tidak berkesudahan, maka konflik dapat dengan mudah terpicu.

"Sehingga sekecil apa pun potensi konflik harus dihindari. Sebab itu sangat wajar aparatur Polda Jatim membubarkan acara KAMI. Tindakan tegas, cepat dan antisipatif Polda Jatim ini patut diacungi jempol," paparnya.

Senggolan dengan Pengendara Sepeda Motor, Sudirman Tewas Setelah Tabrak Pohon di Duren Sawit

Menurut Neta, jika Polda Jatim terlambat bertindak, tentu dikhawatirkan ada masalah yang akan berbuntut panjang karena kelompok KAMI dan massa non KAMI sudah siap saling berhadap-hadapan dan situasi kian panas.

"Bercermin dari kasus ini KAMI perlu mengevaluasi berbagai kegiatan dan manuver-manuver politiknya, terutama di daerah rawan konflik. Bagaimana pun jika KAMI memaksakan diri dan terjadi bentrokan massa, kelompok KAMI juga yang akan rugi," katanya.

Sinopsis Standoff Pembunuh Bayaran yang Harus Jaga Anak di Trans TV, Selasa (29/9) Pukul 21.00

Nama nama besar dan tokoh tokoh terkenal di balik KAMI, kata Neta apalagi turut hadir dalam acara yang diwarnai bentrokan itu dan tentu akan merugikan citra mereka.

"Bukan mustahil mereka akan dicibir publik dan dianggap tidak punya wibawa dan kharisma di masyarakat. Bagaimana pun kasus di Surabaya itu perlu menjadi warning buat KAMI agar lebih memperhitungkan situasi jika ingin menggelar kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa yang bisa menimbulkan konflik di masa pandemi Covid 19," katanya. (bum)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved