Breaking News:

Info Balitbang Kemenag

Dinamika Kebangsaan dan Keagamaan pada Masyarakat Perbatasan

Dinamika keagamaan pada masyarakat perbatasan ada kaitannya dengan dinamika kebangsaan.

Humas Kemenag RI
Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sambutan pada kegiatan rilis Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2019, di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Kawasan perbatasan dipandang sebagai daerah dengan nasionalisme dan semangat kebangsaan masyarakat karena faktor sosial, budaya, politik ekonomi dan keagamaan. Dinamika keagamaan pada masyarakat perbatasan ada kaitannya dengan dinamika kebangsaan.

Untuk mengetahui dinamika kebangsaan dan dinamika keagamaan pada masyarakat di suatu kawasan perbatasan, Balitbang Kementerian Agama Republik Indonesia, melakukan penelitian di lokasi perbatasan yaitu di Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia dan Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

Metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif-kritis. Tujuan penelitian tersebut diturunkan menjadi 3 masalah penelitian, yaitu; gambaran kondisi geo-demografis perbatasan, dinamika kebangsaan pada masyarakat perbatasan dan relasi sumber daya keagamaan yang berkembang dengan paham kebangsaan masyarakat.

Perbatasan dalam penelitian ini merujuk pada Pada pasal 1 angka 6 UU Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara. 

Temuan

Geografis wilayah tapal batas di kedua lokasi memungkinkan penduduk kedua negara untuk saling melintas batas-batas administratif kedua negara.

Perbedaan lalu-lintas masyarakat diantara kedua Negara. Masyarakat Indonesia di Sebatik Tengah mengalami ketergantungan ekonomi dalam hal pasokan bahan pokok dari Malaysia. 

Sebaliknya di Papua, masyarakat Papua Nugini lah yang mengalami ketergantungan pasokan bahan pokok dari Indonesia.

Demografis kedua wilayah perbatasan didominasi oleh penduduk pendatang, wilayah Sebatik Tengah pendatang yang dominan berasal dari etnik Bugis dan di Muara Tami pendatang berasal dari Jawa.

Semangat kebangsaan masyarakat Indonesia di perbatasan kedua Negara cukup tinggi ditunjukkan dengan antusiasme pada peringatan hari kemerdekaan dan penghormatan yang tinggi terhadap simbol-simbol negara. 

Halaman
1234
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved