Breaking News:

Pilkada Depok

Babeh Idin Inginkan Pradi Jadi Wali Kota Depok, Bangun Depok dengan Konservasi Ekonomi dan Budaya

Pradi Supriatna sehati ingin menjaga lingkungan hidup tetap seimbang dan membangun perekonomian Depok berdasarkan konservasi ekonomi dan budaya.

Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Babeh Idin memperlihatkan kepada Pradi Supriatna tumpukan sampah yang diletakkan di antara rumpunan pohon bambu, sehingga tidak bau busuk. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Tokoh Betawi yang juga jawara lingkungan hidup H Chaerudin yang akrab disapa Babeh Idin menginginkan Pradi Supriatna menjadi Wali Kota Depok mendatang.

Hal itu diinginkannya, karena Pradi Supriatna sehati ingin menjaga lingkungan hidup tetap seimbang dan membangun perekonomian Depok berdasarkan konservasi ekonomi dan budaya.

"Kami sepaham untuk membangun Depok berdasarkan konservasi ekonomi dan budaya. Wali Kota Depok saat ini tidak sepaham. Dia itu pilih-pilih," kata Babeh Idin di Hutan Kota Sangga Buana di Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2020).

Menurut Babeh Idin, konsep membangun perekonomian Depok berdasarkan konservasi ekonomi dan budaya adalah dengan memanfaatkan bantaran kali dan sungai yang ada di Depok. Kemudian juga 22 situ.

Caranya dengan menjadikan bantaran kali dan sungai tersebut sebagai Wisata Biologi. Begitu pun dengan situ-situ yang ada di Kota Depok.

Melalui konsep Wisata Biologi, maka bantaran kali dan sungai tersebut akan ditanami kopi dan jahe. Demikian juga dengan situ.

Nyanyikan Lagu Lawas Rasa Baru Berjudul You, Ini Cara Kristina Bertahan di Industri Musik Dangdut

Kemudian membersihkan kali dan sungai di Kota Depok dari sampah dan melakukan konservasi.

"Pradi itu memiliki mental jawara, makanya saya doakan dia jadi Wali Kota Depok. Mudah-mudahan doa kami dikabulkan Allah SWT," ujarnya.

Pradi menyatakan bahwa hal yang dilakukan Babeh Idin patut dicontoh semuanya. Babeh Idin membersihkan Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Kali Ciliwung demi masa depan anak dan cucu.

"Selama ini banyak orang-orang melupakan hubungan dengan alam. Hal itu membuat alam tak seimbang. Sehingga terjadi bencana alam," tutur Pradi.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved