Pariwisata

Kemenparekraf Siapkan Dana Rp 3,8 Triliun Untuk Pulihkan Industri Pariwisata Akibat Pandemi Covid-19

Perlu upaya serius yang harus dilakukan bersama semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata di Indonesia.

Biro Pers Setpres/Rusman
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Kemenparekraf menyiapkan anggaran Rp 3,8 triliun untuk melakukan berbagai program pemulihan industri pariwisata di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Salah satu sektor ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pariwisata. Industri pariwisata terhenti.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, perlu upaya serius yang dilakukan bersama semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata.

Menparekraf Wishnutama saat meninjau kesiapan Hotel Ibis Styles Mangga Dua, Jakarta, sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 dengan konfirmasi tanpa gejala (gejala ringan), Rabu (23/9/2020).
Menparekraf Wishnutama saat meninjau kesiapan Hotel Ibis Styles Mangga Dua, Jakarta, sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 dengan konfirmasi tanpa gejala (gejala ringan), Rabu (23/9/2020). (Dokumentasi Kemenparekraf)

"Caranya melakukan terobosan yang memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana Pemulihan Ekonomi Nasional," kata Wishnutama dalam siaran persnya, Jumat (25/9/2020).

Kemenparekraf menyiapkan anggaran Rp 3,8 triliun untuk berbagai program seperti hibah pariwisata hingga sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

Ada pula stimulus reaktivasi pariwisata serta fasilitas hotel dengan 3 kali makan dan snack untuk isolasi mandiri.

Cara Singapura Bangkitkan Pariwisata di Negerinya , Bagikan Voucher Setara dengan Uang Rp 1 Juta

Kampanye Bali I Miss U, Bangkitkan Kembali Pariwisata Bali dengan Budaya Patuh New Normal

Hibah pariwisata membantu destinasi dan usaha pariwisata meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga meningkatkan trust dan confidence wisatawan di 85 daerah kabupaten/kota di Indonesia.

Mekanisme hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah, yakni 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 pemda masing-masing.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, saat meninjau kesiapan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, saat meninjau kesiapan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta. (Kemenparekraf)

"Dan 30 persen lainnya digunakan daerah untuk menjadi bagian dalam penanganan dampak ekonomi sosial akibat Covid-19, terutama sektor pariwisata," ujar Wishnutama.

Kemenparekraf juga memberikan stimulus reaktivasi pariwisata berupa diskon 50 persen paket wisata yang baru akan dimulai setelah vaksinasi berjalan.

Terdapat sertifikasi CHSE gratis dengan tujuan memastikan protokol kesehatan dijalankan baik di destinasi wisata sesuai KMK Kementerian Kesehatan dan buku panduan Kemenparekraf.

Ajak Bersama Bangkitkan Kembali Pariwisata, Kemenparekraf Luncurkan Protokol K4 di Daya Tarik Wisata

Pelabuhan Wae Kelambu Dibangun, akan Pisahkan Aktivitas Pariwisata dan Bongkar Muat di Labuan Bajo

Kemenparekraf juga menyiapkan akomodasi berupa hotel setara bintang 3, termasuk fasilitas makan dan minum. Area penyediaan hotel terletak di Jabodetabek, Jawa Barat dan Bali.

Jumlah fasilitas yang akan disediakan dapat menampung 14.000 pasien dalam waktu 14 hari karantina sampai Desember 2020.

"Saat ini ada 17 hotel yang sudah diverifikasi Kemenkes dengan daya tampung sejumlah 3.290 kamar dan akan terus bertambah," kata Wishnutama.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved