Breaking News:

Komoditas Ekspor

BKIPM Luncurkan Layanan Ekspor Hasil Perikanan Langsung dari Manado ke Jepang

Sebagai salah satu komoditas pangan, produk perikanan Indonesia diminati oleh pasar internasional.

dok BKILM
Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) meluncurkan layanan ekspor hasil perikanan langsung dari Manado ke Jepang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagai salah satu komoditas pangan, produk perikanan Indonesia diminati oleh pasar internasional.

Oleh karena itu, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), berupaya menghadirkan terobosan agar produk-produk dalam negeri bisa menjangkau berbagai negara.

Terbaru, BKIPM baru saja meluncurkan layanan ekspor langsung dari Manado ke Jepang.

Layanan ini hasil kerjasama, koordinasi dan komunikasi intensif antara BKIPM dengan Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, PT. Angkasa Pura, Kementerian Perhubungan dan Maskapai Garuda Indonesia.

Peluncuran layanan ditandai dengan ekspor perdana 10,39 ton ikan tuna sirip kuning dari Manado dan Ambon ke negeri Sakura pada Rabu (23/9/2020) lalu.

"Ekspor perdana hasil perikanan secara langsung langsung aenilai USD 66.423,94 dari Manado ke Jepang merupakan salah satu terobosan yang sangat baik terlebih ekspor langsung ini terjadi di masa pandemi Covid-19," kata Kepala BKIPM Rina dalam siaran persnya, Jumat (25/9/2020).

Menurut Rina, direct call ekspor Manado-Jepang sekaligus menjadi kabar gembira, khususnya bagi pelaku usaha perikanan Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Terlebih provinsi tersebut memiliki potensi perikanan yang luar biasa.

"Sebagai gambaran, nilai ekspor komoditas perikanan Sulawesi Utara pada tahun 2019 mencapai USD144.88 juta atau setara dengan Rp 2,15 triliun. Nilai tersebut diperoleh dari volume ekspor yang mencapai 24,8 juta kilogram dan diekspor ke 31 negara," kata Rina.

Sementara Jepang, termasuk dalam tiga besar negara tujuan ekspor produk perikanan Sulawesi Utara.

Pada tahun 2019, volume ekspor ke negeri sakura mencapai 3,9 juta kilogram dengan nilai USD29,09 juta.

"Tentunya potensi yang besar ini harus dikelola dengan semaksimal mungkin dan rasanya sangatlah tepat jika direct call ekspor Manado-Jepang diwujudkan karena ditunjang dengan potensi perikanan yang melimpah serta letak geografis Sulut yang sangat strategis," kata Rina.

Lebih lanjut Rina mengatakan BKIPM selalu siap mendukung dengan penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta penjaminan kesehatan ikan melalui sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Cara karantina Ikan yang Baik (CKIB).

Selain itu, Rina memastikan jajarannya berkomitmen untuk percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan, baik untuk penerbitan Health Certificate, HACCP dan CKIB.

"Layanan 24 jam-non stop serta program jemput bola akan terus dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi sehingga ekspor komoditi perikanan Sulawesi Utara dapat berjalan dengan lancar," ujar Rina.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved