Breaking News:

Yuk, Mengenang Latihan Fisik Ala Anatoli Polosin yang Membuat Pemain Mandi Keringat

Antoni Polosin, pelatih fisik timnas Indonesia tempo dulu punya kesan tersendiri di mata pemain.

Wartakotalive.com/Rafzanjani Simanjorang
Marzuki Badriawan, yang kini sebagai pembina dan owner Sekolah Sepak Bola Marzuki Badriawan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam perjalanan timnas sepak bola Indonesia, banyak kisah yang terjadi baik kemenangan maupun kekalahan.

Tentu ada pula kisah proses persiapan timnas Indonesia sebelum mengikuti sebuah turnamen.

Kali ini, Warta Kota akan mengangkat kisah latihan ala Antoni Polosin yang dikenal berat oleh pemain kala itu.

Warta Kota pun mengupas kisah seorang punggawa timnas, Marzuki Badriawan yang berposisi sebagai gelandang bertahan.

PSSI Diminta Hentikan Naturalisasi, Pemain Keturunan Tak Masalah Gabung Timnas Indonesia

Saat tahun 1994, dirinya masuk ke timnas Indonesia dan merasakan langsung bagaimana Polosin memoles fisik pemain timnas.

"Saya dengar dia (Anatoli Polisin) dulunya tentara ya. Beliau begitu disiplin dan tak bisa diatur oleh orang. Dia berdiri sendiri. Latihan kami mirip seperti latihan tentara. Sangat berat, tapi semua itu demi meraih prestasi," tutur Marzuki kepada Warta Kota belum lama ini di lapangan sepak bola Perumnas Klender, Jakarta Timur.

"Saya kira pemain sekarang tidak sanggup ya untuk latihan seperti era Anatoli Polosin dulu.

Ada pun latihan fisik kala itu dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, pagi, siang, dan sore.

Pelatih Shin Tae-yong Kritisi Power Pemain Timnas U-19

Kami dulu persiapan Piala Kemerdekaan. Coban Rondo, Malang jadi saksi bagaimana kami lari pagi di pegunungan itu sepanjang 20 Km setiap hari selama 15 hari," tambah Marzuki.

Parahnya, sesuai lari pagi, pemain masuk ke latihan kecepatan (sprint) 100 meter.

Namun, bukan masalah jaraknya yang jadi kendala, namun lokasi lari.

Mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Dadang Iskandar, Minta Federasi Perhatikan Pembinaan Pemain

"Dalam 100 meter itu, jalannya bukan datar, Polosin mencari jalan yang lima hingga 10 meter ada tanjakan terjalnya. Saya masih ingat jalannya itu, dimana Polosin mengubah sisi kanan jalan raya jadi rintangan untuk sprint," ucapnya.

Marzuki mengisahkan, masuk pada siang hari, pemain justru berlatih teknik di (hall) lapangan bulu tangkis. Baru pada sore hari pemain berlatih di lapangan rumput.

Kebayang bukan?

Namun, tahun 1994 pula yang menjadi akhir kisah era Anatoli Polisin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved