Breaking News:

Sanksi Tilang Elektronik di Depok Diberlakukan Awal Nopember, Jika Melanggar bisa Didenda Rp 1 Juta

adanya sistem tilang elektronik ini diharapkan seluruh pengguna jalan dapat mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

Wartakotalive.com/Angga Bhagya Nugraha
Kamera pemantau sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE) telah merekam pengendara sepeda motor pelanggar, Sabtu (1/2/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kota Depok akan mensosialisasikan lebih dulu sistem elektronic traffic law enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik selama satu bulan ke depan.

“Kami sampaikan bahwa saat ini sudah launching untuk pemberlakuan E-TLE, namun selama satu bulan kedepan kita masih memberlakukan tahap sosialisasi,” kata Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Erwin Aras Genda, di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Jumat (25/9/2020) seperti dilansir TribunJakarta.com.

Erwin menuturkan, sosialisasi akan berlangsung dari tanggal 1 hingga 31 Oktober 2020. Setelah itu di awal Nopember, penegakan hukum akan berlaku bagi seluruh pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera tilang elektronik ini.

“November penegakan hukum akan berlaku. Jadi apabila ada pelanggaran maka surat tilang akan dikirimkan ke rumah pelanggar sesuai dengan alamat identitas kendaraan tersebut,” jelasnya.

Terkait pelanggaran, Erwin menuturkan denda yang dikenakan sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

“Rp 500 ribu, Rp 750 ribu, dan Rp 1 juta. Sayang bagi masyarakat di situasi Covid-19 sekarang masyarakat harus mengeluarkan uang Rp 750 ribu. Itu bisa bermanfaat untuk paket anak-anak sekolah,” kata Erwin.

Oleh sebab itu, dengan adanya sistem tilang elektronik ini diharapkan seluruh pengguna jalan dapat mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku.

“Diharapkan dengan adanya E-TLE di Margonda ini bisa meningkatkan kedisiplinan dan menekan pelanggaran lalu lintas di kawasan Margonda begitu pun nanti di kawasan-kawasan yang lain,” bebernya.

“Tujuan E-TLE ini adalah polisi tidak bisa mengawasi pelanggaran 24 jam, namun dengan teknologi 1x24 jam, tujuh hari, sebulan, terekam dengan jelas pelanggaran ini sehingga tidak ada alasan untuk tidak terakomodir pelanggarannya,” katanya.

Tak hanya E-TLE, sejumlah program lainnya pun turut diluncurkan Polres Metro Depok, yang diantaranya adalah E-Pam Pilkada, E-Patroli, TAC, Depok Command Center, E-TLE, Smart Lantas Polrestro Depok, Satpas pembantu 1221 Cinere, Satpas Pembantu 1221 T5M Polrestro Depok, Cyber Patroli Polres Metro Depok, Ruang Pelayanan Anak terpadu Polrestro Depok, Bang Helmet, dan yang lainnya.

Halaman
12
Penulis: Dedy
Editor: Dedy
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved