Breaking News:

Advertorial

Ahmad Buktikan Adanya Program JKN-KIS Membuat Masyarakat Sangat Terbantu

Salah satu peserta Program JKN-KIS, Ahmad (22) mengaku telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS segmen peserta mandiri.

jamkesnews.com
Ahmad (22), warga Kampung Guha Tonggoh memutuskan menjadi peserta mandiri Program JKN-KIS. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG — Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan, Pemerintah telah menghadirkan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS kesehatan sejak tahun 2014 lalu.

Dengan adanya kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum kala itu, maka dengan adanya Program JKN-KIS ini diupayakan dapat membantu masyarakat Indonesia dalam mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya yang ditimbulkan.

Salah satu peserta Program JKN-KIS, Ahmad (22) mengaku telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS segmen peserta mandiri.

Sebelumnya, pria yang bertempat tinggal di Kampung Guha Tonggoh itu merupakan peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan dari tempat ayahnya bekerja.

Namun, setelah lulus kuliah, kepesertaan dirinya secara otomatis keluar dari tanggungan orang tuanya, akhirnya ia memutuskan untuk menjadi peserta mandiri Program JKN-KIS.

“Hari ini saya ingin mendaftar sebagai peserta mandiri, karena posisi saya sudah di gantikan oleh adik saya semenjak saya lulus kuliah. Batasan dalam jaminan kesehatan dari kantor orang tua saya maksimal 3 orang anak saja, tetapi saya 4 bersaudara dan saya yang paling tua diantaranya,” ujar Ahmad, beberapa waktu lalu.

Menurut Ahmad, menjadi bagian peserta Program JKN-KIS sangat menguntungkan dan memiliki banyak manfaat bagi pesertanya.

Salah satunya akses mendapatkan pelayanan kesehatan jadi lebih mudah ketika kita sakit dan bisa langsung ke Puskesmas sekitar.

Kemudian nantinya dapat dirujuk ke rumah sakit apabila memang butuh penanganan lebih. Biaya tersebut di tanggung oleh pihak BPJS Kesehatan, biasanya kena biaya administrasi saja.

“Riwayat penggunaan kartu JKN-KIS untuk diri-sendiri belum ada, alhamdulilah selalu sehat. Tetapi adik saya pernah mengalami perawatan di rumah sakit karena sakit maag. Disitu biaya penanganan dan perawatan ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan tetapi ada beberapa obat yang tidak di tanggung sehingga harus mengeluarkan biaya sedikit,” tambah Ahmad.

Menurut Ahmad, Pemerintah sudah tepat mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi peserta Program JKN-KIS, sebab biaya pengobatan sekarang sudah tidak terjangkau apalagi biaya penebusan obat juga mahal.

Walaupun memang untuk obat ada beberapa yang tidak ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan, tetapi itu sudah membantu meringankan. (*)

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved