Breaking News:

Gubernur Lemhannas: Waspada Kebangkitan PKI Jangan Dijadikan Alat Politik, Tetap Gunakan Akal Sehat

Agus turut berharap agar isu kebangkitan PKI tidak dimanfaatkan untuk komoditas politik, khususnya jelang perhelatan Pilkada Serentak 2020.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Gubernur Lemhannas Letjen (Purn) Agus Widjojo berbincang dengan redaksi Tribunnews secara virtual di Kantor Lemhanas, Jakarta, Rabu (23/9/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Purnawirawan Agus Widjojo mengatakan, masyarakat boleh saja mewaspadai isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sebab, golongan atau individu yang teridentifikasi bagian dari PKI di masa lalu saat ini telah melebur dengan masyarakat.

Namun, Agus turut berharap agar isu kebangkitan PKI tidak dimanfaatkan untuk komoditas politik, khususnya jelang perhelatan Pilkada Serentak 2020.

Pasien Covid-19 di Jakarta Timur Boleh Isolasi Mandiri di Rumah Asal Penuhi Syarat Ini

Hal ini disampaikan Agus saat wawancara eksklusif dengan Tribunnews di kantornya, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Mulanya, pria asal Surakarta itu mengatakan, isu kebangkitan PKI di Indonesia memang patut diwaspadai.

Golongan atau individu yang dulu terdampak tindakan Pemerintah Indonesia memberantas komunisme sekitar tahun 1965-1968, kini telah melebur dengan masyarakat.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 23 September 2020: Pecah Rekor Lagi! Pasien Positif Tambah 4.465

Saat ini, kata Agus, golongan dan individu yang teridentifikasi bagian dari PKI di masa lalu, bahkan telah memiliki hak politiknya masing-masing.

"Itu sudah dipulihkan hak politiknya. Ada yang menjadi anggota DPR, siapa tahu banyak juga yang tidak kita ketahui karena sudah dianggap sama dengan warga negara lainnya."

"Sudah ikut pemilu, sudah ikut pilkada mungkin," ujar Agus.

Hotel Bintang 2 di Bekasi Disiapkan Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Atas dasar itu, Agus mengatakan golongan atau individu yang terindikasi bagian dari PKI di masa lalu kini sudah ada di mana-mana.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved