Liga 1
Dragan Djukanovic Tingkat Kecepatan dan Taktikal Pemain PSIS Semarang
Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, memanfaatkan sisa waktu persiapan yang tinggal sepekan jelang kick-off Liga 1 2020.
Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Juru taktik asal Serbia itu akan menempa para pemain Laskar Mahesa Jenar di sektor kecepatan dan taktikal.
Menurut Dragan, dua hal tersebut menjadi kunci dari stabilitas permainan yang dia inginkan saat mengarungi kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Tanah Air tersebut.
"Ke depan saya akan fokus pada taktikal tim dan cara menjaga zona pertahanan. Tetapi, embutuhkan beberapa waktu lagi untuk mencapai kondisi yang lebih baik,” kata Dragan seperti dikutip dari laman resmi Liga Indonesia.
"Kami punya waktu kurang lebih satu minggu ke depan untuk memerbaikinya. Itu tidak masalah. Problem-nya tinggal bagaimana tim bisa mengontrol dan menjaga stabilitas permainan," ujar Dragan.
Untuk membuat PSIS optimal, Dragan akan konsentrasi pada latihan menyiptakan peluang di depan gawang tim lawan.
"Saya akan tekankan pada passing-passing dan cara membuka peluang saat menyerang," jelas Dragan
Mantan pelatih Pusamania Borneo FC itu berharap, anak asuhnya bisa memanfaatkan peluang yang mereka dapatkan menjadi gol. Itu menjadi modal bagi PSIS untuk bisa bersaing di papan atas klasemen Liga 1 2020.
"Saya berharap, para pemain bisa memanfaatkan peluang di setiap pertandingan. Tinggal bagaimana pemain bisa menjaga konsentrasi mereka, terutama pemain depan dalam membuka peluang untuk mencapai performa terbaik mereka,” papar Dragan.
Banjir Pemain Muda
Sementara itu, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan bahwa timnya bakal dibanjiri oleh pemain muda di Liga 1 2020. PSIS mendaftarkan 15 pemain dari Elite Pro Academy (EPA) U-18 dan U-20 untuk naik ke senior yang dipersiapan untuk musim ini.
Menurut Yoyok, itu menjadi bukti PSIS serius mengembangkan bakat pemain muda.
"Dari dulu, kami sering naikkan hasil pembinaan ke senior. Ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk naik," kata Yoyok.
Jadwal yang padat, penerapan kandang dan tandang, serta menggnakan transportasi darat menjadi pertimbangan PSIS untuk menambah amunisi pemain muda.
Apalagi, Liga 1 2020 ini tak menerapkan degradasi. Jadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
"Dengan jadwal yang padat, kami butuh rotasi pemain sebanyak-sebanyaknya. Semua pemain muda kami sudah sekelas dengan pemain senior. Saya berharap, mereka bisa memberikan penampilan yang terbaik," terang Yoyok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/psis-2808.jpg)