Breaking News:

Polisi Akan Buka Layanan Hotline Pengaduan Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat PSBB

Kegiatan yang sejalan dengan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengunjungi kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya dalan dengan menggelar Operasi Yustisi. Melalui Operasi Yustisi masyarakat semakin peduli untuk menjaga kesehatan dirinya dan juga orang lain. Demikian diungkap Wakapolri, Komjen Pol Gator Eddy Pramono, Selasa (22/9/2020).

Bahkan, lanjut Gatot, nantinya diluncurkan hotline pengaduan yang berkaitan dengan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. “Kami akan membuat hotline pengaduan mulai dari Mabes Polri hingga tingkat Polsek yang bisa dimanfaatkan warga,” ungkap Gatot saat meninjau Operasi Yustisi di kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Gatot mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga dibutuhkan. Sehingga warga dapat berperan aktif dengan melaporkan apabila ada pelanggaran.

“Jadi, kalau masyarakat mengetahui di titik-titik tertenu di mana masih ada pelanggaran dan kerumunan orang silakan menyampaikan lewat hotline itu,” ungkap Gatot.

KPK Periksa Lagi Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya

Rayakan Ulang Tahun Noah tanpa Ashraf Sinclair, BCL Tuliskan Puisi Menyentuh

Nantinya, petugas yang melaksanakan Operasi Yustisi secara mobile akan mendatangi lokasi dan melakukan penindakan apabila benar ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan.

Sejauh ini upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan berkerja sama dengan unsur Tiga Pilar melalui Operasi Yustisi, seiring berlakunya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta.

Gatot menambahkan, Operasi Yustisi menyasar warga yang tidak patuh dengan protokol kesehatan Covid-19 khususnya penggunaan masker. Operasi dilakukan secara stasioner maupun mobile di titik-titik tertentu.

Peninjauan pelaksanaan Operasi Yustisi dilakukan untuk memastikan kegiatan itu telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. “Apakah operasi ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan atau tidak, kita sudah lihat lima titik,” kata Gatot.

Empat Langkah OJK Dukung Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Covid-19

Dispenad Gandeng Puspotdirga TNI AU Gelar Pelatihan Drone

Menurut Gatot, kegiatan yang sejalan dengan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu masih ditemukan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 oleh masyarakat. “Masih ada temuan-temuan (pelanggaran).

Ini baru lima lokasi, dalam pelaksanaannya satu hari masing-masing Polres itu bisa melaksanakan empat sampai lima kali, pagi hingga malam hari, baik itu stasioner maupun secara mobile,” kata Gatot.

Untuk itu sanksi berupa kerja sosial maupun denda akan terus diberlakukan kepada para pelanggar sebagai efek jera agar masyarakat tidak lagi mengulangi perbuatannya. “Harapannya memberikan efek jera kepada masyarakat,” ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved