Breaking News:

Jakarta Banjir

Pemprov DKI Jakarta Kerahkan 54 Eskavator Keruk Saluran, Waduk dan Sungai

Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 54 eskavator untuk mengeruk sedimentasi di saluran, kali hingga sungai besar di Ibu Kota.

Dok Warta Kota
Petugas sedang membersihkan dasar Kali Banjir Kanal Timur (BKT) menggunakan alat berat ekskavator alias beko. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 54 eskavator untuk mengeruk sedimentasi di saluran, kali hingga sungai besar di Ibu Kota.

Pengerukan dilakukan untuk mengantisipasi ancaman banjir dan genangan akibat curah hujan tinggi.

“Kami sudah menyiapkan 54 eskavator, truk dan peralatan lain untuk melakukan pengerukan sepanjang hari,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Selasa (22/9/2020).

Pria yang akrab disapa Ariza ini mengatakan, pengerukan akan difokuskan di tempat-tempat penampungan air seperti waduk, situ, kali, saluran dan sungai.

Banjir Surut, Warga Kebon Pala Mulai Bersihkan Rumah dari Endapan Lumpur

Ciliwung Meluap, Warga Kebon Pala Kebanjiran dan Bertahan di Lantai Dua Rumah

"Mudah-mudahan bisa mengurangi (genangan) karena kapasitas daya tampung air akan bertambah setelah dikeruk,” ujar Ariza.

Ariza berpesan kepada masyarakat yang tinggal di 82 kelurahan sekitar Sungai Ciliwung untuk selalu waspada terhadap luapan Ciliwung

Sungai Ciliwung, kata Ariza, rawan meluap bila hujan deras mengguyur wilayah hulu atau Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, kata dia, situasi iklim sekarang cenderung tidak menentu atau kerap terjadi anomali cuaca.

23 Titik di Jakarta Barat Terendam Banjir saat Hujan Semalam

DKI Siagakan Puluhan Personel Evakuasi Damkar untuk Bantu Warga Terdampak Banjir

Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu bersiap menghadapi genangan dan banjir yang terjadi secara mendadak.

“Kami minta masyarakat bersiap di musim hujan apalagi terjadi anomali di beberapa negara."

"Ada terjadi banjir disertai badai, dan di Jakarta biasanya terjadi di akhir Desember dan Januari (kemungkinan) ada percepatan,” katanya.

Tak hanya menyiapkan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur, pemerintah juga telah membangun sejumlah posko penampungan bagi para pengungsi.

Ini Daftar 22 RT di Jakarta Barat yang Terendam Banjir, Ketinggian Air Antara 20 dan 130 Sentimeter

Jakarta Diharapkan Bebas Banjir dengan Target Keruk Puluhan Tampungan Air

Meski tak menjelaskan angka lokasi penampungannya, Ariza menyebut jumlahnya lebih banyak dua kali lipat dibanding sebelum masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Posko yang dibangun akan dibuatkan berjarak, sehingga tidak terjadi penumpukan pengungsi yang memicu penularan Covid-19.

“Kami tetap memperhatikan protokol Covid-19 di posko penampungan, dan jajaran kami juga sudah siap,” kata Ariza lagi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved