Virus Corona
Pandemi Covid-19 Belum Terkendali, Matakin Minta Pemerintah Prioritaskan Kesehatan
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia menyerukan kepada seluruh masyarakat, tanpa kecuali, wajib menjalankan protokol kesehatan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Situasi nasional terkait Pandemi Covid-19 sejauh ini belum bisa dikendalikan dengan baik, tercermin adanya penambahan kasus harian semakin besar dan sebaran virus semakin luas.
Kemudian persentase kematian rata - rata di Indonesia termasuk yang tinggi di dunia, di atas angka rata-rata dunia, jumlah kasus aktif yang terus menaik, dikhawatirkan akan melewati kapasitas rumah sakit yang tersedia, rasio jumlah kasus terhadap jumlah orang yang dites terus cenderung menaik.
Masih rendahnya disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, terbukti dari munculnya berbagai klaster baru di perkantoran (termasuk instansi pemerintah), rumah tangga dan sebagainya.
Daya tahan masyarakat luas terus menurun, terutama dalam menghadapi tekanan hidup yang semakin berat dan sulit, sehingga potensi keresahan sosial semakin rawan dan mengkhawatirkan.
“Terkait dengan kondisi tersebut, Matakin (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) mengajak, mengimbau dan menyerukan kepada seluruh masyarakat, kita semua, tanpa kecuali, wajib meningkatkan dan menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin ketat dan konsistensi tinggi tanpa kecuali, terutama dengan membatasi keluar rumah bila tidak sangat-sangat penting dan perlu,” demikian seruan yang disampaikan Ketua Umum Dewan Rohaniawan/Pengurus Pusat Matakin Xs Budi S Tanuwibowo, dalam pernyataan resminya, Selasa (22/9/2020).
Kepada Pemerintah, Budi menyerukan hendaknya pengetesan massal dan massif menjadi prioritas utama, dilakukan rayon per rayon secara tuntas, dan bila didapati orang yang positif segera lakukan tindakan cepat, agar tidak menulari komunitasnya.
“Bisnis, ekonomi, politik dan lainnya adalah untuk kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Maka kesehatan, apalagi yang menyangkut mati hidup haruslah didahulukan,” kata Budi.
Menurutnya selama tindakannya tepat, massif, disiplin ketat dan konsisten, niscaya akan memberikan hasil optimal, seperti yang diharapkan, dalam waktu yang relatif singkat.
Dalam seruannya ini, Budi juga menyoroti penyelenggaraan Pilkada. Menurutnya penyelenggaraan Pilkada ditunda saja. Sebab berpotensi memicu penyebaran Covid-19 bisa makin meluas.
“Kepada Presiden kami mengusulkan mengingat skala dan tensi Pandemi Covid -19 ini sudah pada tahapan kritis, Indonesia saat ini berada di peringkat tinggi dengan angka kasus dan kematian yang terus menaik secara signifikan, maka komando penangangan Covid -19 dipandang perlu dipegang langsung oleh Presiden sendiri, dengan titik berat pada kesehatan, agar lebih cepat dan akurat. Jangan ragu dan mendua. Kita sudah pada titik yang mengharuskan kita harus bekerja ekstra serius,” kata Budi.
Budi mengatakan, Nabi Kongzi menegaskan bahwa untuk mengatasi setiap masalah kita harus memahami benar mana pangkal dan mana ujung. Bila pangkal dan ujung sudah kita pahami, maka setiap langkah akan efektif.
Kepada segenap komponen dan elit bangsa, baik yang sepaham dan tidat sepaham dengan pemerintah, saatnya semua untuk menyisihkan semua perbedaan dan kepentingan masing-masing dan bersatu-padu konsentrasi mengatasi pendemi.
“Kini bukan saatnya untuk berpolitik dan bertarung. Rumah kita sedang terbakar. Saatnya untuk mengambil peran memadamkannya bersama-sama,” ujarnya.
“Semoga Tian, Tuhan Yang Maha Esa memberikan karuniaNya kepada kita semua agar kita mampu berpikir terang, berhati bening bersih dan tulus be{uang bersama-sama,” imbuhnya.
Bila ada persatuan, kata Budi, tak ada persoalan berat dan ringan. Bila ada ketulusan tak ada persoalan yang tidak bisa diatasi.
Mari tingkatkan dan buktikan cinta kita pada Indonesia, dengan mencintai dan menjaga agar setiap hembusan nafas tetap tefaga keluar-masuk dari hidung setiap insan Indonesia, siapapun dia, apapun pangkat jabatan dan atributnya,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/matakin-xsbudi.jpg)