Breaking News:

Legislator Minta Anggaran Tahun 2020 untuk Penanganan Banjir Tidak Dipangkas

Bila anggaran dipangkas akibat refocusing anggaran Covid-19, malah membuat banjir kembali terjadi di Ibu Kota

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
Istimewa
Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang sempat tergenang banjir 30 cm, Senin (21/9/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta mengingatkan eksekutif agar tak pangkas anggaran pengendalian banjir tahun 2020. Pemotongan anggaran pengendalian banjir akibat wabah Covid-19, dikhawatirkan malah membuat Ibu Kota kembali dilanda banjir seperti awal tahun 2020.

“Terkait penanganan banjir DKI Jakarta saya selalu mengingatkan bahwa anggaran banjir tidak boleh dikurangi walaupun APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) serta PAD (pendapatan asli daerah) berkurang,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah pada Selasa (22/9/2020).

Ida mengaku, khawatir bila anggaran dipangkas akibat refocusing anggaran Covid-19, malah membuat banjir kembali terjadi di Ibu Kota. Bencana banjir, kata dia, justru menurunkan imun masyarakat sementara sekarang ada wabah Covid-19.

Antisipasi Banjir dan Genangan, DKI Keruk Waduk dan Kali Hingga Normalisasi Saluran Mikro

Bukan Pakai Senjata Tajam, Pelaku ini Pakai Sambal untuk Begal Korbannya, ini Modusnya

“Warga yang memang khawatir dengan adanya Covid-19, imun mereka bisa turun begitu terkena banjir. Jadi, penyebarannya (Covid-19) malah makin meluas,” ujar Ida.

Hingga kini, Ida belum mengetahui secara pasti kegiatan anggaran pengendalian banjir yang dipangkas Pemprov DKI Jakarta. Namun berdasarkan informasi yang dia terima, anggaran dipangkas untuk membantu penanganan Covid-19.

“Terkait anggaran, sampai sekarang belum masuk ke kami apa saja yang dipotong, tapi katanya memang di internal pemda untuk tidak dilaksanakan. Jadi kami belum tahu apa saja yang tidak dikerjakan atau dipotong,” ungkapnya.

Sri Mulyani Beri Penghargaan Kepada Kemenpora Lantaran Raih WTP

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, refucosing anggaran membuat sejumlah proyek pembangunan tertunda. Awalnya Dinas SDA DKI telah mendapatkan kucuran sekitar Rp 2 triliun lebih, namun dengan adanya refocusing anggaran Covid-19, alokasi dana yang diterima dinasnya berkurang 50 persen.

“Itu turun menjadi sekitar Rp 1,2 triliunan, kemudian dana itu ada di dinas dan sudin-sudin di wilayah DKI Jakarta,” jelas Juaini.

Penyebaran Virus Corona di Kabupaten Bogor Makin Meningkat, Kini Menyasar Sejumlah Kantor Dinas

Pesepakbola Cantik Alex Morgan Pindah Ke Tottenham Hotspurs Boyong Bayinya Juga

Meski sejumlah pembangunan sempat tertunda, namun Juaini memastikan Pemprov DKI Jakarta tetap akan mengerjakan proyeknya. Sebab Pemprov DKI Jakarta telah mendapat pinjaman dana dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 12,5 triliun.

Untuk Dinas SDA DKI Jakarta mendapatkan suntikan dana sekitar Rp 5,2 triliun. Tercatat ada tujuh proyek yang akan dikerjakan dinasnya selama tiga tahun dari dana pinjaman itu.

Di antaranya pembangunan polder pengendalian banjir; revitalisasi pompa pengendali banjir; pembangunan waduk pengendali banjir; peningkatan kapasitas sungai dan drainase kali kewenangan kementerian; pembangunan vertikal drainase; sistem informasi penunjang banjir; serta pembangunan tanggul laut NCICD.

VIDEO: Panti Pijat Esek-esek di Kelapa Gading Digerebek, Selama PSBB Hanya Didatangi Tamu Lama

Napi WN China yang Kabur dari Lapas Tangerang Belum Ditemukan, Polisi Cari Keterlibatan Pihak Lain

Selain itu, proyek pengerukan lumpur juga terus berjalan. Bahkan refocusing itu tidak mempengaruhi mata anggaran untuk pengerukan lumpur karena masuk dalam biaya pemeliharaan.

Kata dia, pemeliharaan saluran mikro, makro, penghubung, kali dan sungai tidak boleh berhenti. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman genangan dan banjir yang biasa terjadi di Ibu Kota saat musim hujan turun.

“Meskipun terkena refocusing dari anggaran yang ada, tapi pengerukan tetap jalan terus. Tidak ada masalah, karena pemeliharaan tidak boleh berhenti,” ujar Juaini.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved