Breaking News:

Berita Daerah

Kronologi Istri Pergoki Suaminya Seorang Kepala Dinas Selingkuh dengan Wanita Lain di Hotel

Seorang kepala dinas dipergoki selingkuh oleh istrinya sendiri bikin heboh, pada Sabtu (19/9/2020).

Editor: Panji Baskhara
Tribun Jakarta
Ilustrasi - kepala dinas selingkuh di hotel dipergoki istri 

"Saya punya semua bukti dan pernyataan para saksi yang melihat semua hal ini,’’ sebut HY.

HY mengungkapkan karena perbuatannya, sang suami sempat non job dari jabatannya di dinas Maluku Utara.

Dia lantas meminta maaf kepada HY dan berjanji tidak akan mengulang perbuatannya.

‘'Tapi itu hanya janji, dia mengurus kepindahannya di Kabupaten Aru, karena memiliki keluarga besar di Aru, dia memang asal Aru,’’ Kata HY menjelaskan.

Karena alasan pendidikan anak, menurut HY, sang suami kemudian memintanya pindah ke Ambon untuk jaga kedua anak mereka dan tidak mengikutinya pindah ke Dobo.

"Saya ikuti maunya untuk tidak pindah ikut dia ke Dobo, ini bukan mau saya, jadi alasan saya menolak mendampinginya di Dobo sebagai alasan bercerai ini bohong sekali,’’ kata HY.

Meski berjauhan, namun HY mengaku kerap menerima laporan perbuatan suaminya selama di Dobo, dia juga menemukan sendiri sms mesra dari perempuan bernama Desi di HP sang suami.

Mengetahui perbuatannya terbongkar, bukannya minta maaf, sang kepala dinas kembali mengancam dan menghina bahkan menjatuhkan talak lisan kepada HY.

"Karena ketakutan kami sempat hidup berpindah-pindah menghindari suami saya,’’ Kata HY.

Menurut HY, ancaman yang kerap dilontarkan sang suami adalah, hidup HY dan dan anak-anaknya ada di tangannya, dia yang menghidupi.

HY juga mengklaim ancaman yang disertai pukulan dan hinaan itu bahkan dia lakukan di depan anak-anaknya.

"Bahkan mengusir saya, membuang pakaian saya, kalau saya tahu dia berselingkuh,’’ ungkap HY.

Sang suami bahkan pernah mengeluarkan kata talak di depan paman dan tante HY hanya karena dia meminta tidak memutar lagu keras di dalam mobil.

Menurut HY pada  Desember 2018, nama pasangan suami istri ini terdata sebagai calon jamaah haji dari Maluku Utara.

Suaminya muncul dihadapannya setelah enam bulan tidak menafkahi lahir batin setelah mengucapkan talak.

"Dia bilang ingin melanjutkan pernikahannya dengan saya, kami rujuk kembali,’’ kata HY.

"Ternyata itu hanya karena dia ingin naik haji dan merasa rugi tidak menjalankannya. Bahkan sepulang haji masih dalam perjalanan pulang dia kembali mengancam HY."

Terbukti, menurut HY, dia menerima informasi dari staf sang suami sendiri yang berinisial RP bahwa suaminya tinggal serumah dengan perempuan penghibur di rumah dinasnya di Dobo.

Mengetahui itu HY bahkan melapor ke Bupati dan Wakil Bupati bersama bukti video dan pesan suara perbuatan sang suami tersebut.

Namun hingga kini laporan tersebut sama sekali tidak ditanggapi, ujar HY.

HY juga mengaku sejak bulan Maret 2020 dia juga tidak pernah menerima gaji dan nafkah lahir batin sebagai seorang istri.

"25 Maret dia datang ke Ambon, ke rumah kontrakan kami dan mengamuk memecahkan kaca jendela, dia melakukannya di depan anak perempuan kami yang sudah mahasiswi"

"saya takut dan memanggil polisi, dia balik mengancam polisi karena itu adalah urusan pribadi katanya," kata HY.

Pada hari yang sama kata HY, dia mengirim sms kepada putri kami dan menjatuhkan talak lagi untuk kesekian kalinya.

"Terakhir pada Mei 2020 dia datang ke Ambon nginap di hotel dan sedang menjalin hubungan dengan perempuan berinisial AH,’’ ungkap HY.

Lantas pada 28 Juli 2020, Habiba menerima informasi beserta bukti serta pengakuan dari putri kandung AH yang berinisial V, bahwa terjadi pernikahan siri antara AH dan Umar di kamar president suite Hotel Swissbel di Ambon.

Tanpa persetujuan dirinya sebagai istri sah.

Yang membuat HY heran, pada 1 September 2020 Umar bisa mengajukan gugatan cerai pada pengadilan agama tanpa prosedur jelas sebagai ASN, sesuai Peraturan Pemerintah nomor 45 / 1990 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi ASN.

"Surat permohonan cerai itu tidak disampaikan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Aru kepada saya, informasinya tidak melalui BKD tapi langsung ditandatangani Bupati, tanpa prosedur sesuai PP 45 itu, " ungkap HY.

Pihaknya mengatakan Bupati Johan Gongga kata HY,  mesti memanggil dirinya untuk proses sesuai aturan PP 45.

"Saya tidak dipanggil bupati, saya tanya ke istri bupati jawabannya katanya sudah sesuai aturan dan prosedur, padahal saya sama sekali tidak diminta keterangan apapun," Kata HY.

"Saya berharap keadilan berpihak pada saya untuk mendapatkan hak saya dan anak-anak, hak untuk hidup tenang, hak untuk dinafkahi terutama untuk anak-anak saya, karena atas perbuatan bapaknya ini"

"anak-anak saya mengalami dampak psikologis, dia bahkan mengancam mereka untuk tidak lagi disekolahkan, hilang moralnya sebagai bapak,’’ kata HY.

Kini, HY mengaku sudah mengirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Komnas Perempuan, Gubernur Maluku, Komnas HAM dan P2TP2A Maluku untuk mencari keadilan atas nasibnya dan kedua anaknya.

Sementara Bupati Johan Gonga dan sang Kepala Dinas yang bersangkutan telah dikonfirmasi melalui panggilan telepon seluler dan sms.

Namun tidak menjawab konfirmasi yang diajukan media hingga berita ini ditayangkan.

Artikel ini telah tayang di Tribunambon.com dengan judul "Kepala Dinas Kabupaten Aru Kepergok Selingkuh oleh Istrinya, Digerebek dan Ketahuan Check In Hotel"

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved