Breaking News:

Banjir Jakarta

DKI Siagakan Puluhan Personel Evakuasi Damkar untuk Bantu Warga Terdampak Banjir

Sejumlah kawasan di Jakarta Timur mulai terendam banjir akibat luapan Kali Ciliwung beberapa jam setelah Bendung Katulampa berstatus Siaga 1.

Editor: Hertanto Soebijoto
ANTARA/HO-Damkar Jaktim
Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur mengevakuasi balita dan anak-anak yang terjebak banjir di kawasan Kramat Jati, Sabtu (9/2/2020). Banjir di kawasan itu terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak malam hari. 

505 warga Pengadegan sempat mengungsi

Sementara itu, sebanyak 505 warga Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, sempat mengungsi untuk mengantisipasi luapan Kali Ciliwung seiring meningkatnya status Bendung Katulampa Siaga I pada Senin (21/9/2020) malam.

Berdasarkan data dari Kecamatan Pancoran yang diterima ANTARA Selasa pagi, warga sempat mengungsi di empat lokasi, yakni GOR Pengadegan, Rusunawa Pengadegan, SD hingga Madrasah.

"Hingga pukul 00.10 total warga yang mengungsi sebanyak 116 kepala keluarga atau 505 jiwa," kata Camat Pancoran Rizki Adhari Jusal.

Ini Tujuh Instruksi Bupati Ade Yasin untuk Hadapi Curah Hujan Ekstrem di Bogor

Sebelumnya, warga telah diimbau untuk mengungsi akibat intensitas curah hujan turun di wilayah Jakarta serta debit air di Bendung Katulampa yang berstatus Siaga I Banjir pada Senin malam pukul 18.30 WIB.

Warga yang diimbau untuk mengungsi khususnya di Kampung Gobang, Kelurahan Pegadengan, yang memiliki elevasi lebih rendah dari wilayah lain.

Pada sast Bendung Katulampa Siaga I, tinggi muka air di Kampung Gobang masih normal dan belum ada luapan. Peningkatan air diperkirakan terjadi Selasa dini air seiring sampainya air dari hulu Puncak ke wilayah hilir Jakarta.

Pihak Kecamatan Pancoran membuka lebih banyak tempat untuk mengungsi guna memastikan warga menerapkan jaga jarak fisik selama di pengungsian.

Ini Delapan Jalan di Jakarta yang Semalam Tergenang Air Hujan, BPBD DKI ingatkan Potensi Hujan Lebat

"Biasanya kita hanya membuka lantai dasar GOR dan Rusunawa. Tapi karena harus 'social distancing', kita bukan lantai dasar dan lantai dua GOR, rusunawa juga serta SD dan madrasah untuk menampung warga," ujar Rizki.

Situasi saat ini, air sudah berangsur surut dari pemukiman warga dan warga juga mulai berbenah bersiap kembali ke rumahnya masing-masing.

Namun beberapa warga masih ada yang bertahan di pengungsian. (Antaranews)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved