Breaking News:

Pendidikan

Agar Kuota Belajar Tak Mubazir, KPAI Minta Kemdikbud Tambahkan Kuota Umum untuk PJJ

Kuota umum 5 GB kemungkinan tak cukup mengingat selama ini penggunaan platform belajar lebih rendah dibandingkan WA, download video, searching google.

Dok. Humas Kemendikbud
komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti memberikan paparan saat membuka kegiatan Antisipasi Tindak Kekerasan Peserta Didik Jenjang SMP Angkatan III di Jakarta, Selasa (15/9/2020). 

 Masker Dilapisi Tisu dan Diolesi Minyak Esensial, Perlukah? Ini Penjelasan Lengkap Pakar Kesehatan

Artinya, kata dia, mayoritas menggunakan aplikasi yang justru lebih membutuhkan kuota umum.

"Aplikasi seperti Zoom meeting malah hanya digunakan para guru sebanyak 20 persen saja dari total 1700 responden siswa," ujar Retno.

Hasil survey PJJ siswa, kata dia, juga menunjukkan bahwa penugasan yang paling tidak disukai siswa adalah membuat video dan foto.

Selain membutuhkan memori besar di gadget, juga membutuhkan kuota besar saat mengirim melalui aplikasi WA guru ataupun media sosial lainnya.

 Heboh Suara Dentuman Misterius di Sumatera Selatan, Ini Tanggapan BMKG dan PVMBG

"Pengiriman ataupun menerima video kiriman, semuanya butuh kuota besar, sehingga 5 GB kuota umum perbulan rasanya terlalu sedikit. Dari survei KPAI, penugasan mengirim video mencapai 55 persen dari 1700 responden," katanya.

Dari survei PJJ siswa yang dilakukan KPAI, tambah Retno, hanya 43,3 persen guru yang menggunakan platform.

Dari jumlah tersebut, 65 persen menggunakan google classroom, sebanyak 24,5 persen menggunakan platform Ruang Guru, Rumah Belajar, Zenius dan Zoom; sedangkan 10 persen menggunakan aplikasi WhatsApp.

“Kuota belajar dalam paket yang diberikan kepada para peserta didik berdasarkan apa spesifikasinya, apakah aplikasi yang sudah menjadi partner Kemdikbud ataukah semua aplikasi dapat dipergunakan dengan tidak terikat pada provider tertentu, sehingga peserta didik dapat memanfaatkan paket belajar,” tanya Retno.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved