Breaking News:

Komunitas Sepeda Onthel Kwitang Setuju Aturan Menteri Perhubungan Tentang Keselamatan Pesepeda

Menyikapi peraturan tersebut, H. Achmad (68) salah satu anggota dari Komunitas Sepeda Onthel Kwitang ini mengakatakn bahwa dirinya setuju aturan itu.

Nirmala Alifah Nur
Para Pesepeda Onthel sedang beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan bersepedanya di jalan H.Agus Salim, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peraturan Menteri Perhubungan mengenai keselamatan pesepeda baru saja diterbitkan.

Dalam surat yang ditanda tangani oleh Kepala Biro Hukum Kemenhub Wahyu Adji Tertanggal 14 September 2020 dicantumkan salinan Permenhub  Nomor PM 59 Tahun 2020 telah dikeluarkan dan mulai disosialisasikan kepada para pesepeda.

Di Bab 2 Pasal 2.2 disebutkan bahwa persyaratan keselamatan sepeda meliputi kelengkapan spakbor, bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya warna merah, alat pemantul cahaya pada roda warna putih atau kuning, dan pedal.

Menyikapi peraturan tersebut, H. Achmad (68) salah satu anggota dari Komunitas Sepeda Onthel Kwitang ini mengakatakn bahwa dirinya menyetujui dan mendukung aturan mengenai keselamatan pesepeda.

Permenhub Atur Pesepeda Pakai Sepatbor dan Helm, ini Penjelasan Kemenhub

“ya itu udah bagus lah ya pake bel, setuju lah dengan adanya aturan itu, sudah lengkap ini sepeda ” ujar Achmad, Minggu (20/9).

Komunitas yang terdiri dari kurang lebih 60 orang dengan beragam usia ini kerap kali melakukan kegiatan bersepeda setiap akhir pekan.

Bila dilihat dari kelengkapan sepeda Onthel yang terjejer rapi ditepi Jalan H. Agus Salim tersebut bisa dikatakan cukup lengkap.

Sepeda-sepeda Onthel tersebut telah memiliki spakbor, bel, system rem, juga lampu pada bagian depan sepeda.

Tidak hanya antik dan unik tetapi juga memenuhi standar keselamatan.

Permenhub Tentang Keselamatan Pesepeda Sudah Terbit, Ini Komentar Ketua Ketua B2W Putut Soedarjanto

Pria yang menggunakan kostum pejuang tersebut juga menuturkan bahwa meskipun peraturan keselamatan sudah dibentuk,  fasilitas untuk pesepeda ini masih kurang memadai.

“saya rasa kurang sih kalau untuk fasilitas, dirumah saya malah belum ada jalur sepeda” keluh Achmad.

Sama hal nya dengan Setiadi (53), pengendara sepeda yang satu ini juga menyetujui adanya peraturan mengenai keselamatan pesepeda.

“Saya rasa peraturannya cukup bagus ya, karena untuk keselamatan daripada pesepeda itu sendiri. Jadi dengan dikomplitkan alat-alat yang diharuskan dalam peraturan itu kalau bisa harus dilengkapi” ujar Setiadi

Untuk kelengkapan sepeda miliknya, Setiadi mengatakan bahwa peraturan ini sedang dalam tahap sosialisasi untuk itu kedepannya akan segera ia lengkapi. (Nirmala Alifah Nur)

Editor: Murtopo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved