Selasa, 5 Mei 2026

Liga Inggris

Meratapi Penalti Kontroversial dalam Laga Manchester United vs Crystal Palace

Sebuah keputusan penalti dalam laga Manchester United vs Crystal Palace dianggap kontroversial.

Tayang:
Instagram @molatv.sport
Manchester United vs Crystal Palace di Mola TV malam ini. MU diprediksi menang karena dikenal sebagai rajanya laga perdana. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bicara soal pertandingan Manchester United (MU) versus Crystal Palace semalam, pasti banyak fan MU yang gregetan dengan gol penalti Crystal Palace.

Pasalnya, bukan hanya keputusan penaltinya yang menimbulkan kontroversial, melainkan juga penalti itu harus diulang karena sesuatu yang kontroversial juga.

Sebagaimana dilansir laman inews.co.uk, penalti kontroversial ini berawal dari tendangan striker Palace, Jordan Ayew, ke arah gawang MU pada menit 72.

Tendangan di kotak penalti sempat mengenai tangan bek tengah MU, Victor Lindelof, yang hanya berjarak 1 meter dari Ayew.

Handball

Insiden ini awalnya dicueki oleh wasit pertandingan tersebut, Martin Atkinson. Hanya saja, wasit VAR memberitahu Atkinson soal handball itu, sehingga wasit itu mau tak mau harus memeriksanya.

Setelah melihat insiden itu di monitor di pinggir lapangan, Atkinson langsung menunjuk titik putih di tengah kotak penalti MU.

Hal ini langsung menimbulkan kehebohan di kubu Setan Merah, yang terlihat dari bangkitnya para staf pelatih dan pemain pengganti MU dari duduknya, sambil memegangi kepala masing-masing dengan dua tangan.

Eksekutor untuk penalti itu adalah Jordan Ayew sendiri. Hanya saja tendangan pemain berpaspor Ghana ini lemah, sehingga bola dapat ditepis oleh David de Gea.

Kubu MU pun bersorak kegirangan. Namun rasa bahagia itu tidak lama, sebab Atkinson meniup peluitnya dan minta penalti diulang.

Pasalnya, De Gea tidak berdiri tepat di atas garis gawang, melainkan mau beberapa centimeter.

Kali ini Wilfried Zaha yang menjadi algojo, dan tendangan kerasnya menggoyang jala gawang MU. Kedudukan menjadi 2-0 untuk Crystal Palace.

Peraturan

Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, tentu saja tidak sepakat dengan keputusan wasit soal penalti tersebut.

"Bagi saya, itu bukan penalti. Bola datang dari jarak yang begitu dekat. Di mana dia harus menempatkan tangannya?," kata Solskjaer untuk keputusan penalti dari VAR.

Namun, pelatih berkebangsaan Norwegia ini mau tak mau sepakat untuk penalti ulangan.

"Keputusan mengulang penalti mungkin tepat jika mengikuti aturan pertandingan. Tumitnya (De Gea) mungkin sekitar 1 inci (2,5 cm) dari garis. Ini memang sangat berat bagi David, tapi ini mungkin benar jika mengikuti aturan," katanya seusai pertandingan.

Sementara Roy Hodgson, Pelatih Palace, menyatakan tak bisa berbuat apa-apa karena aturannya seperti itu.

"Saya yang di pinggir lapangan tidak tahu apa-apa, saya tidak bisa melihatnya. Kalau bicara soal handball, saya lebih suka aturan yang sederhana. Tapi saya kalah suara untuk soal ini. Sementara soal kiper yang tidak berada di garis, saya pikir itu memang tugasnya VAR," ujar Hodgson.

Pundit Sky Sports untuk pertandingan itu, Garry Neville, Graeme Sounness, dan Patrice Evra, juga masygul dengan keputusan penalti dari handball.

"Bagi saya itu bukan penalti, tapi memang begitu adanya di peraturan yang baru," kata Sounness.

Dia juga berandai-andai, apakah penalti akan tetap diberikan apabila ada 70.000 fan Setan Merah di Old Trafford.

Evra dan Neville sama-sama menyatakan itu bukan penalti.

"Saya sudah pengalaman dengan VAR, dan saya senang saya sudah pensiun (dari sepak bola). Mereka mengikuti peraturan, tapi mereka membunuh pertandingan," kata Evra.

"Tidak masuk akal itu penalti. Dia cuma 1 meter jaraknya," kata Neville.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved