Minggu, 10 Mei 2026

Pendidikan

Pendidikan, Institusi Terpenting untuk Ubah Perilaku Masyarakat agar Patuh Protokol Kesehatan

Dari seluruh institusi negara ini yang paling penting untuk menggerakkan perubahan perilaku masyarakat adalah institusi pendidikan.

Tayang:
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi memberikan paparan saat Webinar Sosialisasi Edukasi Perubahan Perilaku 3M, Jumat (18/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus Covid-19 terus meningkat di Indonesia, pemerintah pun terus berupaya untuk menekan penyebaran pandemi ini.

Salah satunya dengan mengedukasi mengenai perubahan perilaku di dunia pendidikan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) terus diupayakan.

Sehingga,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku untuk terus mensosialisasikan gerakan perubahan perilaku 3M, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker. 

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan bahwa dari seluruh institusi negara ini yang paling penting untuk menggerakkan perubahan perilaku masyarakat adalah institusi pendidikan.

“Melalui institusi pendidikan kita ingin membangun motivasi dari dalam diri individu masyarakat terhadap perubahan perilaku yang diharapkan adalah patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer,” jelas Sonny saat Webinar Sosialisasi Edukasi Perubahan Perilaku 3M, Jumat (18/9/2020).

Jawab Fokus Pemerintah Tangani Covid-19, Menko PMK: Ekonomi Justru Bikin Sehat, Jangan Dibolak-balik

DAFTAR Klaster Penyebaran Covid-19 di Kementerian dan Lembaga: Kemenkes Terbanyak dengan 252 Kasus

Tiga sub bidang

Lebih lanjut dipaparkan, bidang perubahan perilaku dapat didukung lewat tiga sub bidang yang sangat penting, seperti sub bidang edukasi, sub bidang sosialisasi, dan sub bidang mitigasi.

“Pertama, sub bidang edukasi ini target kita adalah peserta didik dan pengajar. Kita menggunakan satuan-satuan pendidikan untuk mengampanyekan perubahan perilaku yang harus dilakukan seluruh masyarakat,” ucapnya.

Kedua, lanjut Sonny, sub bidang sosialisasi dengan target individu, masyarakat umum, keluarga, dan komunitas untuk menyosialisasikan 3M.

Kemudian yang ketiga, sub bidang mitigasi, dengan target masyarakat yang cenderung mengabaikan protokol kesehatan.

Aturan Pakai Masker di Mobil Saat Sendiri, ini Beda Pandangan Antara Satgas Covid-19 dan Ahli Paru

Sub bidang edukasi

Menurut Sonny, untuk bidang sub edukasi, pihaknya sudah mempunyai strategi perubahan perilaku yang perlu dukungan di satuan pendidikan.

Salah satu strateginya adalah Nudge atau dorongan, yaitu mendorong perilaku yang diharapkan menjadi sebuah pilihan yang mudah dilakukan.

“Nah kita mendorong perilaku yang diharapkan 3M menjadi perilaku yang mudah dilakukan,” ujarnya.

Sonny juga berharap adanya intervensi dari guru dan dosen menjadi role model atau contoh yang baik bagi peserta didik (PAUD-Mahasiswa) untuk perubahan perilaku 3M.

“Guru dan dosen adalah orang yang paling dihormati dan kita berharap bisa menjadi contoh baik,” ujarnya.

Materi edukasi

Dituturkan Sonny juga, Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 juga sedang menyusun pedoman bagaimana perubahan perilaku dilakukan di daerah.

Ia meminta untuk pihak Kemendikbud menyiapkan materi edukasi pencegahan Covid-19 untuk peserta didik.

“Kemendikbud sedang menyiapkan tayangan video perubahan perilaku 3M yang nantinya bisa diputar sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, semua peserta didik menerima penjelasan sekitar 1-2 menit tentang 3M,” ucapnya.

Ia menambahkan, materi edukasi juga bisa disesuakan dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing dan bisa dalam berbagai format, seperti dongeng, karikatur, ilustrasi, video maupun audio.

“Peran guru juga penting untuk menjelaskan materi tersebut. Untuk itu, pihak Kemendikud akan melakukan TOT (Training of Trainer), sehingga teman-teman pengajar di daerah bisa menyampaikan pesan secara utuh kepada peserta didik,” ujarnya.

Kasus positif Covid-19 anak sekolah

Sementara itu, Ketua Sub Bidang Edukasi Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Harris Iskandar, mengatakan kasus Covid-19 yang terjadi pada anak usia sekolah mengkhawatirkan.

"Peserta didik aktif yang terinfeksi COVID-19 terus meningkat. Ini mengkhawatirkan, karena angka ini cukup tinggi," ujar Harris dalam webinar "Edukasi Perubahan Perilaku 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan jumlah kasus positif COVID-19 yang berusia 6 hingga 18 tahun mencapai 15.269 kasus, sementara yang meninggal 92 orang. Menurutnya, kondisi itu sangat mengkhawatirkan karena menimpa kelompok umur yang memiliki stamina dan imunitas yang tinggi. Kasus positif Covid-19 pada kelompok peserta didik paling banyak di DKI Jakarta dan disusul Jawa Timur.

Ketua Sub Bidang Edukasi Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Harris Iskandar memberikan paparan saat Webinar Sosialisasi Edukasi Perubahan Perilaku 3M, Jumat (18/9/2020).
Ketua Sub Bidang Edukasi Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Harris Iskandar memberikan paparan saat Webinar Sosialisasi Edukasi Perubahan Perilaku 3M, Jumat (18/9/2020). (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Program edukasi

Untuk itu, Satgas Penanganan COVID-19 telah membuat kerangka program edukasi perubahan perilaku.

Dalam kerangka tersebut, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak hindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau 3M. "Hal ini penting untuk mencegah penyebaran COVID-19," ujar Harris.

Kerangka tersebut, disusun mulai dari berangkat sekolah hingga sampai di rumah kembali. Kampanye perubahan perilaku tersebut dengan berbagai cara mulai media, kampanye publik, lomba, media sosial, dan lainnya.

Sasaran edukasi

Sasaran edukasi perubahan perilaku tersebut, yakni 649.192 satuan pendidikan, 4.183.591 guru, 68.801.708 peserta didik, dan 42.972.397 keluarga peserta didik.

Dalam kesempatan itu, Harris meminta agar sekolah membuat program perubahan perilaku, setiap guru membuat program pembelajaran perubahan perilaku, setiap siswa membuat satu proyek perubahan perilaku dan pelopor perilaku, dan setiap keluarga memiliki instrumen atau buku untuk menerapkan protokol kesehatan di keluarganya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved