Breaking News:

Virus Corona Bodebek

Kecolongan Temukan 4 Napi Positif Covid-19, Lapas Kelas IIA Bekasi Tolak Tahanan Tanpa Swab Test

Kecolongan Temukan Empat Narapidana Positif Covid-19, Lapas Kelas IIA Bekasi Tolak Tahanan Titipan Tanpa Hasil Negatif Tes Usap

Warta Kota
Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Heri Sulistyo saat ditemui wartawan di Lapas Kelas IIA Bekasi, Jumat (18/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR -Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi, Heri Sulistyo mengatakan pihaknya telah melakukan prosedur ketat saat menerima tahanan baru maupun titipan dari kejaksaan.

Terlebih lagi, Lapas Kelas IIA Bekasi telah melebih kapasitas lebih dari 100 persen, di mana gedung yang seharusnya hanya berisi 600 orang, kini telah terisi sebanyak 1.386 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

"Kami juga telah over capacity, batas normalnya gedung bisa diisi kurnag lebih 600 orang. Sekarang jumlahnya kurangnya lebih ada 1.400 tahanan," tutur Heri di Lapas Kelas IIA Bekasi, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020).

Sebagai wilayah penyangga, Kota Bekasi yang masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya wajib menerima tahanan yang diamankan oleh Polda Metro Jaya atau A1.

DKI Dorong Pergub Menjadi Perda soal Penindakan Operasi Yustisi PSBB Jakarta

"Dari polda, kami sebagai (wilayah) penyangga, karena Polrestro Kota Bekasi masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sehingga tahanan dari Polda, kami wajib terima sesuai dengan surat dirjen pemasyarakatan," ujarnya.

Saat berkas perkaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan, status tahanan tersebut berganti menjadi A2.

Sehingga, lanjutnya, menjadi tanggung jawab kejaksaan untuk mengurus segala kelengkapan berkas perkara hingga maju ke tahap pengadilan sampai proses putusan.

Pemkab Bekasi Lebih Sarankan Warga Tanpa Gejala Isolasi Mandiri Ketimbang Tes Swab

Lantaran saat ini sedang pandemi Covid-19, Lapas Kelas IIA Bekasi hanya bisa menerima tahanan yang status hukumnya tinggal menunggu tahap putusan atau berstatus A3.

"Untuk penerimaan tahanan baru, sesuai dengan surat direktorat jenderal pemasyarakatan, kami bisa menerima untuk yang sudah berstatus A3 dan atau sudah putusan. Jadi untuk A1 dan A2 belum kami terima di lapas ini," kata Heri.

Tahanan tersebut baru bisa dipidahkan setelah menjalani tes usap dengan hasil negatif Covid-19, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam lingkungan lapas.

Terbakar Hebat, Ratusan Warga Senen Kini Pasrah Tinggal di Pengungsian

"Sebelum masuk, paling tidak wajib rapid dan kebetulan sekarang harus swab dulu," kata Heri.

Sebelum bergabung dengan tahanan lain, mereka yang baru masuk wajib ditempatkan di ruang isolasi selama 12 hari, sambil menunggu hasil rapid test.

Setelah itu, para tahanan baru masih harus menjalani isolasi di ruang pengenalan lingkungan (penaling) selama 12 hari.

Di sana, tahanan baru juga kembali dilakukan rapid test.

"Baru setelah itu, apabila hasilnya negatif, mereka baru bisa bergabung dan ditempatkan di sel bersama tahanan lainnya," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved